Susi Dorong UKM Ikut Ramaikan Bisnis Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kanan) saat menyampaikan terobosan terbaru dalam menggerakkan roda organisasi di Kementrian Kelautan dan Perikanan. (Foto: Twitter @KKP RI)
Klik untuk perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kanan) saat menyampaikan terobosan terbaru dalam menggerakkan roda organisasi di Kementrian Kelautan dan Perikanan. (Foto: Twitter @KKP RI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mendorong nelayan dan pengusaha perikanan untuk memanfaatkan kemenangan bangsa dalam pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF).

Sedangkan usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diimbau untuk turut meramaikan dan mendongkrak usaha perdagangan perikanan Indonesia. “Bisnis perikanan ini hanya sedikit lebih besar dari pada UMKM. Tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Berita Terkait : Industri Converting Ampelas Serap Banyak Tenaga Kerja

Nanti beberapa kali melaut modalnya juga sudah kembali karena ikan kita banyak. Oleh karena itu, saya mendorong semua orang Indonesia berlari dan berinvestasi, mumpung Perpres 44/2016 masih ada, sebelum berubah. Saya berharap tidak ada perubahan,” tutur Susi.

Menurut Susi, aturan ini bukan indikasi pemerintah anti-asing. Akan tetapi, ia berpendapat peningkatan biomassa dan stok ikan lestari (maximum sustainable yield/MSY) di laut Indonesia harus dimanfaatkan pelaku sektor perikanan nasional.

Berita Terkait : Kunjungi Serdang Bedagai, Mentan Panen 1.000 Ekor Pedet

“Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI) kita juga mengalami peningkatan (tahun 2017 NTN 111,02 naik menjadi 113,28 di tahun 2018. Tahun 2017 NTPI 99,09 naik menjadi 100,80 di tahun 2018).

Dan semua capaian kita dalam 4 tahun ini, 100 persen hasil kekuatan dan kapasitas domestik karena adanya peraturan yang clear. Jadi jangan diterjemahkan sebagai anti-foreign investment,” tegas Susi.

Berita Terkait : Kementan-Bali Komitmen Kendalikan Kasus Kematian Babi

Hal itu juga membuktikan, bahwa kebijakan KKP telah berhasil meningkatkan daya beli nelayan lokal. Selain itu, ekspor perikanan Indonesia terus mengalami peningkatan. Periode Januari-November 2018 misalnya, ekspor hasil perikanan Indonesia mencapai USD 4,45 miliar dari USD4,09 miliar pada periode yang sama tahun 2017.
 Selanjutnya