Deteksi Corona, Menko PMK: Kita Hanya Butuh Waktu Dua Jam

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (tengah). Foto: Humas Kemenko PMK)
Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (tengah). Foto: Humas Kemenko PMK)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meminta, seluruh masyarakat tak lagi ragu dengan kemampuan pemerintah mengantisipasi penyebaran virus corona. Sebab, fasilitas yang tersedia dalam laboratorium di dalam negeri sudah sangat lengkap dan berkualitas.

"Kita juga sudah punya alat pendeteksi virus corona (Covid-19) yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR). Dengan alat ini kita hanya butuh waktu sekitar dua jam untuk mendeteksi keberadaan virus tersebut dengan valid," kata Muhadjir, Kamis 13/2).

Berita Terkait : Waspadai Dampak Ekonomi Corona, Tito Minta Pencairan dan Penyaluran Dana Desa Dipercepat

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menjelaskan, ketersediaan sejumlah PCR saat ini bahkan mampu meneliti lebih dari 1.000 sampel dalam sehari. Karena itu, ia kembali menghimbau kepada masyarakat Indonesia dan negara lain untuk tak lagi ragu dengan kemampuan pemerintah.

"Untuk yang selama ini meragukan Indonesia, saya bisa pastikan kita mampu. Indonesia Bisa!," ujarnya.

Berita Terkait : Fobia Barang China?

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Indonesia sempat disebut-sebut sebagai salah satu negara yang disangsikan kemampuannya dalam mengantisipasi wabah corona yang kini telah menyebar ke beberapa negara dalam kurun waktu relatif singkat, dan telah memakan banyak korban jiwa.

Terkait perkembangan proses observasi di Natuna, Muhadjir menegaskan pemerintah telah secara maksimal melakukan pemeriksaan terhadap ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum lama ini didatangkan kembali dari Wuhan, Tiongkok. Hasilnya, seluruh masyarakat tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat atau terbebas dari Covid-19, dan siap dipulangkan dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait : Yang Kaya Nikahi Yang Miskin, Yang Miskin Nikahi Yang Kaya

"Insya Allah semua sehat. Sekarang kita tinggal menyiapkan soal bagaimana agar keluarga dan masyarakat di lingkungan mereka tinggal mau menerima kepulangannya" ujarnya. [DNU]