Observasi Corona Kelar, Pemerintah Akan Pulangkan WNI Dari Natuna

Kepala Badan Penanganan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kiri), Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan (Kemenko PMK) Agus Suprapto (tengah) dan Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan (Kemenkes) Pretty Multihartina (kanan) saat konferensi pers tentang pemulangan WNI dari Natuna di Kantor Kemenko PMK, Kamis (13/2). (Foto : Danu Arifianto/ Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Kepala Badan Penanganan Bencana (BNPB) Doni Monardo (kiri), Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan (Kemenko PMK) Agus Suprapto (tengah) dan Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan (Kemenkes) Pretty Multihartina (kanan) saat konferensi pers tentang pemulangan WNI dari Natuna di Kantor Kemenko PMK, Kamis (13/2). (Foto : Danu Arifianto/ Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka -
Pemerintah berencana memulangkan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat 14 hari menjalani observasi terkait virus corona di Natuna, Sabtu (15/2) mendatang. Seluruh fasilitas pemulangan baik transportasi maupun penginapan akan sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Hal tersebut diungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo usai menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di kantor Kemenko PMK, Kamis (13/2).

"Pemerintah dalam hal ini BNPB sudah menyiapkan tiket pesawat komersil dan penginapan. Tiket akan kita berikan setelah mereka tiba di Halim Perdanakusuma. Nah kalau untuk penginapan, akan kita diberikan bila ada WNI yang ingin menunda kepulangan hingga hari berikutnya, atau sampai hari Minggu (16/2)," kata Doni.

Berita Terkait : Gegara Corona, Son Dikarantina

Mantan kepala Paspampres itu mengungkapkan, dalam proses pemulangan ini juga melibatkan peran dari TNI AU. Sebab, dalam proses pengangkutan WNI dari Natuna ke Jakarta akan menggunakan empat pesawat milik Angkatan Udara tersebut.

"Jadi, tiket yang nanti akan kita beri itu tiket pesawat komersial. Saat ini kita juga sudah menerima tujuan akhir mereka," ujarnya.

Pemberian fasilitas ini sendiri, dikatakan Doni, dimaksudkan agar WNI yang dari Wuhan tidak kesulitan untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Mengingat, Sabtu (15/2) siang mendatang seluruh WNI sudah diperkenankan pulang usai menjalani masa observasi selama 14 sesuai standar WHO.

Berita Terkait : Masa Inkubasi Virus Corona Ternyata Bisa 27 Hari

"Tapi biar bagaimanapun, terkait pemulangan ini kami akan tetap berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Kesehatan juga berkoordinasi dengan pihak WHO. Khususnya tentang masa waktu efektif untuk observasi," paparnya.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan (Kemenko PMK) Agus Suprapto menambahkan, sangat memuji sikap BNPB yang tetap mau menjaga sinergitas antar lembaga dalam upayanya memulangkan WNI dari Natuna. Menurutnya, sinergitas semacam ini harus dijaga dan dipertahankan agar terus menghasilkan output yang positif bagi masyarakat.

"Ini koordinasi yang bagus antar kementerian dan lembaga. Tapi saya kira, setelah ini kita tetap harus berkoordinasi dalam upaya menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa mendatang," ujarnya. [DNU]