Dapat Anggaran Rp 43 T, Menhub Pamerin Program ke DPD

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan program kerjanya tahun ini dalam rapat bersama DPD, di Jakarta, Rabu (19/2).
Klik untuk perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan program kerjanya tahun ini dalam rapat bersama DPD, di Jakarta, Rabu (19/2).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memaparkan program kerjanya tahun ini dalam rapat bersama DPD, di Jakarta, Rabu (19/2). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, di tahun 2020, Kemenhub mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 43,11 triliun.        

BKS, sapaan akrab Budi Karya, mengatakan, anggaran tersebut sudah mempertimbangkan hal-hal yang sifatnya prioritas dan strategis dalam rangka mendukung pelaksanaan prioritas nasional sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) serta memperhatikan usulan dari kebutuhan daerah. Dengan dana sebesar itu, ada beberapa program kerja yang akan menjadi fokusnya.         

Berita Terkait : Menhub Bundling Pengelolaan 3 Bandara

Pertama, dukungan untuk destinasi pariwisata super prioritas, dengan anggaran sebesar Rp 3,5 triliun. "Dukungan 5 destinasi super prioritas Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo dan destinasi unggulan Likupang. Selain itu, ada 6 destinasi pariwisata prioritas seperti Bromo-Tengger-Semeru, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Wakatobi, Pulau Seribu dan Morotai serta destinasi pariwisata khusus kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Kuta-Sanur-Nusadua," jelasnya.          

Kedua, dukungan penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua dengan anggaran sebesar Rp 423,7 miliar. Antara lain untuk kegiatan penyediaan bus sebanyak 627 unit, pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana bandara dan keselamatan penerbangan di 5 bandara dan persiapan gedung serba guna Politeknik Penerbangan Jayapura untuk venue cabang olahraga Karate dan Kempo.        

Berita Terkait : Wabah Corona Tak Ganggu Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ketiga, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) transportasi dengan anggaran pendidikan sebesar Rp 3,46 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk program pembentukan dengan target 27.734 orang, peningkatan kompetensi dengan target 41.933 orang, pelatihan teknis dengan target 185.378 orang, dan program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) dengan target 125.460 orang.        

Keempat, pembangunan infrastruktur mendukung pembangunan wilayah perbatasan dan daerah tertinggal dengan anggaran sebesar Rp 1,30 triliun di daerah prioritas seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua.        

Berita Terkait : Antisipasi Kerugian Akibat Wabah Corona, Menhub Bakal Beri Kelonggaran ke Industri Transportasi

Kelima, revitalisasi terminal Tipe A pada 16 lokasi dengan anggaran sebesar Rp 320 miliar. Terakhir, pelayanan keperintisan (transportasi darat, kereta api, laut dan udara), dengan anggaran sebesar Rp 2,80 triliun.

"Termasuk untuk pelayanan Tol Laut yang melayani 21 trayek pada 12 pangkalan pelabuhan dan pelayanan jembatan udara yang melayani rute wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Papua sebanyak 28 rute," ungkapnya. [KPJ]