RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menghadiri acara penutupan Rapat Koordinasi Ketransmigrasian Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) di Hotel Maleo, Mamuju, Jumat (21/2).

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari itu, Budi Arie yang didampingi istrinya, Zara Murzandina berpesan, agar Pemprov Sulbar dapat melaksanakan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi dengan baik. Sesuai target yang sudah dipatok.

Berita Terkait : Wamendes Budi Arie Resmikan Aplikasi Smart Desa di Subang

"Agar penyelenggaraan transmigrasi dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat," ungkap Budi Arie di Sulbar, Jumat (21/2).

Budi Arie yang didampingi Dirjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) R Hari Pramudiono juga mengingatkan jajaran Pemprov Sulbar, agar dalam pelaksanaan Program Ketransmigrasian, mengacu pada apa yang sudah disepakati dan disampaikan pemateri saat Rakor.

Baca Juga : Pembatasan Masuk Indonesia Dari Luar Negeri Sudah Tepat

"Sehingga, pelaksanaan pembangunan transmigrasi di tahun-tahun yang akan datang dapat dilaksanakan secara tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran," pungkasnya.

Penutupan Rakor Ketransmigrasian Pemprov Sulbar menjadi agenda pamungkas Budi Arie, dalam tiga hari kunjungan kerja ke daerah Sulbar.

Baca Juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik (2)

Sebelumnya, Budi Arie telah menyambangi warga transmigran di beberapa lokasi di Sulbar.

Sebelum bertolak ke Bandara Mamuju, Budi Arie beserta rombongan menyempatkan diri meninjau tempat produksi Tenun Ikat Sekomandi, yang menjadi tenun khas Mamuju. Lokasinya berada di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulbar. [HES]