Bangun Semangat Persatuan

Jokowi Hadiri Kenduri Kebangsaan di Bireuen Aceh

Presiden Joko Widodo saat mengadakan Kenduri Cinta di Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2). (Foto: Sekretariat Kabinet)
Klik untuk perbesar
Presiden Joko Widodo saat mengadakan Kenduri Cinta di Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2). (Foto: Sekretariat Kabinet)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo tiba di Aceh untuk melaksanakan kunjungan kerja, Sabtu (22/2). Jokowi berangkat menggunakan helikopter Super Puma TNI AU melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar.

Di provinsi tersebut Jokowi diagendakan menunjugi Kabupaten Bireuen. Jokowi akan menghadiri acara Kenduri Kebangsaan yang diadakan di Sekolah Sukma Bangsa. Kenduri Kebangsaan tersebut digelar dalam rangka membangun semangat ke-Indonesiaan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Berita Terkait : Dalam Seminggu, Stafsus Jokowi Ini Sudah 2 Kali Kebanjiran

Dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, selain menghadiri acara tersebut, Jokowi juga direncanakan untuk menyerahkan langsung sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Kunjungan Jokowi ke Aceh ini sempat diungkapkan oleh Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud saat berkunjung ke Istana Kepresidenan pada 13 Februari lalu.

Berita Terkait : Jokowi Ramaikan Kenduri Kebangsaan Serambi Mekkah

Mahmud saat itu menyampaikan sejumlah masalah yang belum usai pada Jokowi, salah satunya masalah tanah yang dijanjikan pemerintah pusat pada kombatan perang dulu.

Penyerahan sertifikat tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kerja dia di Provinsi Riau dan Aceh sejak Kamis (20/2) lalu.

Berita Terkait : Jokowi Pastikan KBRI Terus Pantau WNI Positif Corona di Kapal Diamond Princess

Jokowi datang ke Bireun didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. [SRI]