RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menepis kabar molornya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena virus corona. Menhub memastikan, pembangunan masih sesuai rencana.    

BKS, sapaan akrab Budi Karya, membuktikan dengan mendatangi langsung dua titik lokasi proyek tersebut pada Minggu (23/2). Titik pertama yaitu proyek pembangunan tunnel 4 di daerah Sukajaya dan Malangnengah, Purwakarta. Selanjutnya, meninjau titik proyek di Rancaekek, Bandung.        

Menhub datang sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan helikopter dari Bandara Halim Perdanakusuma. Mengenakan kemeja putih dan celana jeans, ia didampingi Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, dan Staf Khusus Kemenhub Adita Irawati.      

Berita Terkait : Kemenhub Libatkan Kampus Kaji Kebijakan Transportasi di Masa Pandemi

Sampai dilokasi, Menhub memakai jaket proyek warna hijau terang dan helm. Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini menegaskan pemerintah berkomitmen proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target selesai pada akhir 2021.        

"Saya tegaskan di sini bahwa pemerintah tetap menargetkan proyek kereta cepat ini selesai akhir 2021. Soal ada virus corona di China, kami tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya tenaga dan peralatan dari China," katanya        

Menurutnya, dari hasil peninjauan langsung dan laporan yang diterima, semua pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan rencana dan target. Sehingga target selesai akhir 2021 optimistis tercapai.         

Berita Terkait : Menteri Edhy Semoga Cepat Sembuh Ya...

Dirinya menjelaskan, kereta cepat ini merupakan kerja sama dengan China, hal tersebut tidak mengganggu pelaksanaan proyek, termasuk ada tenaga ahli dan peralatan dari China. "Sekali lagi saya katakan target proyek selesai akhir 2021 akan tercapai," jelasnya.        

Dia mengungkapkan, progres pembangunannya sendiri saat ini mencapai 44 persen. Sementara pembebasan lahan masih menyisakan satu bidang tanah atau mencapai 99,96 persen. "Sekarang progres 44 persen. Pembebasan lahan 99,96 persen. Tinggal satu saja di Bandung lagi proses konsinyasi," ungkapnya.      

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan Proyek Strategi Nasional yang dikerjakan PT KCIC. Berdasarkan informasi dari PT KCIC, hingga saat ini progres pembangunan mencapai 43,45 persen. Saat ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 tunnel atau terowongan. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 99,96 persen.        

Berita Terkait : Ketemu BKS Pakai Jeans Belel dan Sobek, Atta Dinyinyirin Netizen

Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 kilometer. Rencananya, akan ada empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung. [KPJ]