Kepada Menteri Yang Kerjanya Memble

Jokowi Masih Buka Pintu Maaf

Presiden Jokowi (kiri) dan Wapres KH Maruf Amin. (Foto: Sekretariat Kabinet)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (kiri) dan Wapres KH Maruf Amin. (Foto: Sekretariat Kabinet)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kabar gembira juga mendebarkan bagi para menteri. Presiden Jokowi memastikan tak akan me-reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Jokowi masih membuka pintu maaf kepada para menteri yang kerjanya masih memble. Namun, Jokowi juga me-warning, menteri yang terus-terusan tak bisa beradaptasi dengan tugas-tugasnya, akan segera diganti. nah lho...

Menghangatnya isu perombakan kabinet muncul setelah Dede Budhyarto, salah seorang influencer, lewat akun twitter @kangdede78, membeberkan hasil silaturahmi Presiden Jokowi dengan pegiat medsos di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa pekan lalu. Setelah itu, wacara ini bergulir dan banyak dikomentari, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Jumat malam lalu, Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, sebetulnya sudah membantah kabar tersebut. Fadjroel menyebutkan, presiden tidak menyebutkan adanya rencana reshuffle dalam waktu dekat. Karena itu, semua menteri dipersilakan melaksanakan rencana kerjanya.

Hingga saat ini Presiden masih memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja masing-masing. Kemarin, Fadjroel kembali meluruskan simpang-siur isu reshuffle itu. Ia menambahkan beberapa penekanan. Salah satunya, soal kinerja.

Fadjroel menyebut, Presiden masih memaafkan kinerja menteri-menteri yang memble. “Tidak ada rencana perombakan atau reshuffle Kabinet indonesia Maju,” tegas Fadjroel lewat keterangan tertulisnya, kemarin.

Yang ada, lanjut Fadjroel, Presiden meminta semua anggota kabinet fokus terhadap fungsi kementeriannya masing-masing. Satu lagi, agar segera dapat beradaptasi. jika dalam 100 hari pertama masih ada menteri yang kerjanya memble, Jokowi justru meminta para pendukungnya memberi pengertian.

Berita Terkait : Menteri Aman (Sementara...)

Pernyataan Jokowi itu, kisah Fadjroel, keluar ketika Jokowi menjawab pertanyaan salah seorang pegiat medsos yang menyinggung soal kinerja menteri.

“Presiden Joko Widodo menyatakan: ‘apa-apa perlu penyesuaian. ada yang cepat beradap tasi, ada yang tidak. Mohon sedikit dimaafkan dulu’,” ucap Fadjroel, menirukan ucapan jokowi ketika itu.

Di pertemuan itu, kata Fadjroel, Presiden juga menjelaskan bagaimana agar tujuan Indonesia sentris atau pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dapat tercapai. yaitu dengan prioritas Panca-kerja Kabinet Indonesia Maju.

Panca-kerja yang dimaksud adalah pembangunan Sumber Daya Manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi modern bernilai tambah.

Panca-kerja ini, lanjut Fadjroel, harus berpihak pada kemajuan lingkungan hidup dan kehidupan sosial-budaya secara efektif dan efisien. Karena itu, di perlukan anggota kabinet yang dapat menyesuaikan diri dengan fungsi kementeriannya.

Setelah penjabaran Panca-kerja itu lah kemudian keluar pernyataan dari Presiden, yang kemudian dikutip Dede. yakni, akan mengganti menteri-menteri yang tidak dapat beradaptasi. “Kalau terus (tidak dapat beradaptasi), pasti saya ganti,” kata Fadjroel, kembali menirukan ucapan jokowi.

Berita Terkait : Calon Menteri Masih Ngantri

Kepastian Jokowi tak akan merombak kabinet dalam waktu dekat juga diutarakan Menko Polhukam, Mahfud Md. Mahfud mengaku, belum melihat tanda-tanda Jokowi bakal melakukan reshuffle kabinet. “Tidak ada tuh isu-isu reshuffle,” kata Mahfud, di kampus ITB Bandung, kemarin.

ia menduga, isu tersebut dipicu hasil survei soal kinerja menteri yang belum lama ini dirilis Indo Barometer. Karena itu, baginya, isu tersebut hanyalah spekulasi. “Di tingkat Presiden sendiri ndak pernah menyinggung reshuffle,” sambungnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menegaskan, reshuffle memang hak prerogatif Presiden yang bisa terjadi kapan saja. Saat akan melakukan reshuffle, Presiden juga tidak perlu memberitahu menterinya.

Namun, biasanya, ada tanda-tanda lebih dulu. Sejauh ini, dia belum melihat ada tanda-tandanya. “Tetapi tanda-tandanya juga tidak ada sih. Itu kan hanya karena hasil survei orang menilai kinerja,” kata Mahfud.

Jika merujuk hasil survei Indo Barometer, Mahfud berada di posisi 4 dalam hal capaian kinerja. Dia berada di bawah Menhan Prabowo Subianto, Menkeu Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Menterinya ada 34 ditambah badan-badan 38. Saya empat kan? itu yang surveinya Qodari saya (posisi) 4. Tapi ndak papa, mau 10, mau 23 itu ndak penting. ndak papa itu bagus juga biar masyarakat tahu,” tuturnya.

Berita Terkait : Jokowi Hadiri Kenduri Kebangsaan di Bireuen Aceh

Pengamat politik Ujang Komarudin menganalisa, simpang-siur kabar akan ada reshuffle itu membuka banyak kemungkinan. “Bisa ada. Bisa juga tidak,” katanya kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Biasanya, lanjut dia, jika informasi tersebut sudah bocor ke publik, besar kemungkinan akan ada reshuffle. Apalagi, Relawan Jokowi sendiri yang membocorkannya. Meskipun sudah dibantah pihak istana.

“Memang komunikasi politik istana selalu begitu. Masih ingat ketika bocoran wilayah ibu kota baru di Kaltim dibocorkan Sofyan Djalil. Lalu jokowi dan istana membantahnya. Faktanya, Sofyan Djalil benar. Ketika diumumkan langsung oleh Jokowi, ibu kota baru terletak di Kaltim,” jelasnya, mencontohkan. [SAR]