RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala daerah diminta untuk menyediakan kebutuhan bahan bacaan bagi penduduknya. Pasalnya, dukungan dan perhatian pemda masih kurang. Akibatnya, perkembangan perpustakaan dan minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. 

"Masih banyak daerah yang belum paham persoalan tentang minat baca," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Perpustakaan Nasional 2020 yang bertajuk “Inovasi dan Kreativitas Pustakawan Dalam Penguatan Budaya Literasi Untuk Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju” di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, (25/02).

Mendagri menyayangkan hal tersebut. Padahal,  kegiatannya sangat penting sebagai salah satu langkah untuk menentukan arah dan keberhasilan bangsa. 

Berita Terkait : Pengamat: Meski Dibantai Kroasia 7-1, Timnas Indonesia U-19 Berani Main Terbuka

Tito juga menekankan agar kepala daerah peduli untuk membuka akses literasi dan kebutuhan bahan bacaan bagi penduduknya.

“Sudah banyak penelitian internasional yang mengatakan minat baca Indonesia rendah. Itu adalah alarm, semacam wake up call. Meski terakhir, world culture indeks menampilkan update terbaru bahwa angka minat baca Indonesia berada di posisi menengah. Ini harus ada kerja sama semua pihak termasuk kepala daerah,” tegasnya.

Dalam berbagai kesempatan, perpustakaan nasional melansir bahwa minat baca di Indonesia bukan dilatarbelakangi oleh bahan bacaan yang kurang, tapi ketersediaan akses terhadap bahan bacaan, apalagi mayoritas penduduk tinggal di daerah pelosok, terpencil.

Berita Terkait : Serat Optik Indonesia Bebas Bea Masuk Ke India, Mendag Happy

"Kepala daerah harus mulai sadar dan berupaya untuk menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya," pinta Mendagri.

Mendagri mengatakan, bahwa pengetahuan menjadi sangat penting sebagai kunci untuk memunculkan sumber daya yang unggul. 

Selain faktor kesehatan, SDM unggul juga harus terdidik dan terlatih. Semakin banyak bahan bacaan tersedia, maka makin terbuka inovasi yang bisa dihasilkan, mengembangkan ide, dan juga opsi-opsi sehingga mampu menghasilkan keputusan yang cepat. [KPJ]