RMco.id  Rakyat Merdeka - Menkop dan UKM Teten Masduki menyatakan, pihaknya melakukan konsolidasi untuk memperkuat daya saing UMKM di Tanah Air agar bisa naik kelas dan mampu berkompetisi dengan brand dari luar, dengan melakukan pelatihan. Teten menyampaikan, salah satu program prioritas Presiden Jokowi adalah pembangunan SDM. Kata kunci SDM tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi, dan menjadi negara maju dan ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yaitu membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur.

Teten minta Deputi Bidang SDM untuk memperbanyak pendidikan/pelatihan KUMKM, terutama untuk kewirausahaan/vocational pada daerah wisata super prioritas (Bali baru). "Seperti sekarang di Sleman dan sekitarnya sebagai penyanggah wisata Borobudur untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional saat ini sebesar 3,47 persen dari jumlah penduduk, tahun 2021 ditargetkan 3,64 persen dari jumlah penduduk Indonesia," katanya dalam acara pembukaan kolaborasi untuk Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas, di Yogyakarta, Senin malam (24/2).

Berita Terkait : HUT Koperasi Ke-73, Ini Pesan Menkop Teten

Menurut Teten, jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di negara maju yang mencapai 14 persen. Jumlah tersebut juga masih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di Malaysia (4,74 persen), Thailand (4,26 persen), dan Singapura (8,76 persen). “Masa kita kalah terus dengan negara-negara tetangga, dengan bonus demografi usia produktif kita harus jadi pemenang di ASEAN,” imbuhnya.

Ia lalu menyampaikan Strategi Nasional (STRANAS) Pengembangan KUMKM dilaksanakan melalui tiga pilar. Yaitu, peningkatan kapasitas usaha, mendorong lembaga keuangan ramah bagi KUMKM, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem KUMKM. 

Berita Terkait : Mompreneur Penopang Ekonomi Keluarga di Masa Krisis

Tiga pilar itu dijabarkan melalui enam strategi. Yaitu, perluasan akses pasar, meningkatkan daya saing, pengembangan kewirausahaan, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha, dan koordinasi lintas sektor. 

Deputi Bidang SDM Arif Rahman Hakim dalam laporannya menyebutkan, target jumlah wirausaha yang mendapatkan pelatihan 2020 sebanyak 57.700 orang, meningkatkan rasio kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64 persen dan rasio wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30 persen yang akan dikerjakan bersama-sama dengan lintas kementerian/lembaga. 

Berita Terkait : Anggaran PEN UMKM Baru Terserap 0,20 Persen

Di tempat yang sama, Staf Khusus Kepresidenan Putri Tanjung menyatakan, untuk menjadi pengusaha, semua butuh proses. Awal mulainya harus ada dorongan usaha. Dorongan bisa apapun bentuknya, karena pengusaha adalah orang yang bisa melihat peluang atau menciptakan peluang.

Menurutnya, pengusaha harus mau bertransformasi dan mampu beradaptasi. Mindset nya harus berubah. "Pengusaha harus mau beradaptasi, berkolaborasi, mau berubah, tahu hitung hitungan dan terus belajar," katanya. [DWI]