Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo saat meninjau Danau Limboto di Gotontalo, Jumat (28/2). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo saat meninjau Danau Limboto di Gotontalo, Jumat (28/2). (Foto : Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), John Wempi Wetipo menyayangkan, masih banyak Gubernur dan Bupati yang tidak serius dalam merealisasikan usulan bantuan pembangunan infrastruktur untuk daerahnya kepada pemerintah pusat. Salah satunya dalam hal penyediaan lahan yang menjadi faktor utama.

"Saya sendiri sering didatangi Gubernur dan Bupati di kantor. Ketika berbicara soal rencana pembangunan infrastruktur, mereka selalu bilang ke saya 'Pak, lahannya sudah beres. Aman, tidak ada kendala'. Tapi ketika mau dieksekusi ternyata masih banyak hambatan," kata John Wempi disela-sela kunjungannya ke Gorontalo, Jumat (28/2).

Pria asal Papua itu berharap, para kepala daerah ke depan dapat lebih konsisten dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab demi mewujudkan pembangunan di daerahnya lewat program bantuan dari pemerintah. Apalagi, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan tersebut.

Berita Terkait : Schneider Electric Dukung Pembangunan Berkelanjutan

"Maka dari itu, di kesempatan ini saya mohon dukungan kepada bapak gubernur Gorontalo, Walikota, bupati dan jajarannya untuk bersama-sama mengatasi masalah disini. Apalagi saya lihat kinerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi II sudah sangat baik. Dan sekarang tinggal bagaimana kita berkomitmen untuk bekerja bersama mengatasi masalah," ujarnya.

John Wempi khawatir, andai kerja sama tersebut tidak segera tercipta, permasalahan yang ada sekarang tidak akan pernah teratasi. Salah satunya dalam penanganan masalah revitalisasi Danau Limboto.

"Cerita Danau Limboto ini sudah tersebar kemana-mana. Karena itu, kita harus melakukan kerja nyata dan melakukannya bersama-sama agar danau ini ke depan tidak jadi hanya cerita," paparnya.

Berita Terkait : Perkuat Bisnis, PGN Perluas Pembangunan Infrastruktur Gas

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo Adenan Rasyid mengatakan, permasalahan Danau Limboto sudah sangat sangat kompleks. Baik itu dari segi permasalahan tata kelola, maupun sudah tingginya sedimen di dalam danau.

"Tapi yang jelas soal Danau Limboto ini sudah ada penurunan masalah. Kita sudah banyak melakukan pengangkatan eceng gondok, dan mulai mengatasi masalah sedimen," ujarnya.

Namun, menurutnya, penanganan masalah eceng gondok akan sulit diselesaikan dalam waktu singkat. Sebab, selain karena luasnya danau dan sudah banyaknya tanaman air itu, pihaknya kekurangan harvest atau alat untuk mencacah eceng gondok. "Saat ini kami punya satu. Minimal kami perlu dua," jelasnya.

Berita Terkait : Kementerian PUPR Raih Penghargaan Dari BNPB

Ia pun berharap, seiring dilakukannya revitalisasi, pemerintah setempat dapat segera meminimalisir penyebab terjadinya penumpukan masalah di Danau Limboto. "Kami Balai Wilayah Sungai Sulawesi II hanya bisa bekerja dalam menangani dampak saja. Tapi kami tidak bisa bekerja menangani penyebabnya. Padahal kalau penyebabnya bisa diminimalisir, dampaknya pasti akan minimal juga," ujarnya. [DNU]