RMco.id  Rakyat Merdeka - Istana angkat bicara mengenai beredarnya foto pesawat presiden baru di media sosial. Seskab Pramono Anung mengatakan, itu bukan pesawat presiden yang baru dibeli. Tapi pesawat Garuda Indonesia yang disewa untuk terbang ke Amerika menghadiri ASEAN-US Summit 2020.

Pesawat berkelir putih yang masih gres itu pertama kali diketahui dari akun Instagram @avia.pedia. Pesawat ini tampak seperti bukan pesawat biasa, karena ada tulisan Republik Indonesia dan logo Pancasila di atas garis tebal horizontal warna merah yang membelah tengah badan pesawat.

Dari depan hingga belakang. Pesawat itu terlihat sedang parkir di hanggar. Diperkirakan sedang menjalani proses pengecatan. Dilihat dari ukuran dan jenis pesawat, mirip dengan pesawat Boeing 777 300 ER. Mulanya, informasi soal pesawat kepresidenan ini sempat simpang siur.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno membantah adanya pembelian pesawat baru Kepresidenan. “Tidak ada (pesawat baru),” kata Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Berita Terkait : Presiden Belum Tutup Buku

Yang ada, kata dia, pesawat sewa. Itu pun tidak untuk keperluan jangka panjang. Sewa pesawat, jelas Pratikno hanya dilakukan ketika melakukan perjalanan jarak jauh. Tujuannya agar irit biaya. Sebab tidak ada transit. “Nanti kalau ada perjalanan jauh kemungkinan kami baru (sewa),” tuturnya.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung juga angkat bicara soal burung besi tunggangan baru Presiden Jokowi itu. Dia bilang pesawat sewa itu akan mulai digunakan Jokowi pekan kedua bulan depan. Yakni untuk menghadiri ASEAN - US Summit 2020 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat (AS).

Dia juga menekankan bahwa pesawat itu bukanlah pesawat Kepresidenan yang baru. Melainkan hanyalah pesawat sewa dari PT Garuda Indonesia Tbk. Hitungannya, untuk perjalanan jauh pesawat jenis Boeing 777-300 ER yang disewa itu biaya operasionalnya lebih irit.

Karena, belajar dari pengalaman sebelumnya, jika menggunakan pesawat Kepresidenan saat ini: Boeing Business Jet (BBJ) 2 tipe 737-800, harus transit tiga kali untuk pengisian bahan bakar. Sebab ukurannya lebih kecil. “Udah lebih mahal, capek, kemudian yang diangkut juga terbatas,” kata Pramono.

Baca Juga : Selain Pegawai dan Pimpinan, KPK Juga Lakukan Tes Swab 50 Tahanan

Sebelum memutuskan menyewa pesawat ini, kata Pramono, Presiden Jokowi sempat meminta untuk membuat perbandingan antara pesawat Kepresidenan saat ini dengan pesawat yang akan disewa untuk keperluan terbang ke Negeri Paman Sam.

“Di minta oleh bapak Presiden membuat perbandingan bagaimana kalau untuk jarak yang jauh ke Amerika itu menyewa Garuda. Dan setelah melakukan perbandingan, biayanya menjadi lebih murah sedikit,” jelasnya.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, pesawat jenis Boeing 777-300 ER yang disewa ini punya kemampuan waktu tempuh penerbangan maksimal 14 jam.”Sehingga penerbangan dari Jakarta ke Las Vegas, lokasi KTT berlangsung, dengan pesawat ber badan lebar ini dapat ditempuh hanya dengan satu kali transit,” kata Heru.

Sementara jika menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia1 (BBJ2) penerbangan ke AS bisa memakan waktu 2 hari, karena waktu tempuhnya maksimal 12 jam. Sehingga harus beberapa kali transit. Selain itu, pesawat Kepresidenan Indonesia1 juga sudah memasuki masa perawatan dan pemeliharaan rutin tahunan. Sebagaimana telah terjadwal oleh GMF (Garuda Maintenance Facility).

Baca Juga : Tito: Jangan Pilih Cakada yang Bikin Konvoi dan Iring-iringan di Tengah Pandemi

Namun, pengamat penerbangan Alvin Lie sempat menyentil di twitter. Ia penasaran akan berapa banyak anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyewa pesawat tersebut. “1 pesawat Kepresidenan masih belum cukup? Masih nambah B 777? Berapa anggaran yang dibelanjakan? Sementara semua Kementerian & Lembaga dikepras anggarannya Pesawat Kepresidenan Baru Jokowi Manfaatkan Boeing 777 Garuda yang Nganggur,” sentilnya di akun bercentang biru @alvinlie21. [SAR]