RMco.id  Rakyat Merdeka - Untuk sementara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan untuk menghentikan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakata-Bandung (KCJB) mulai Senin (2/3).

Proyek tersebut diketahui telah menimbulkan genangan air pada Tol Jakarta - Cikampek, yang menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran logistik.

"Betul, dihentikan untuk sementara waktu," ujar Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Sumadilaga di Jakarta, seperti dikutip Antara, Sabtu (29/2).

Dijelaskan, alasan penghentian sementara proyek kereta cepat itu sangat terkait dengan sistem manajemen konstruksi, dan pelaksanaan manajemen konstruksi yang kurang memperhatikan hal-hal berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kesehatan, lingkungan. Misalnya, menghalangi akses jalan.

Berita Terkait : Dua Pekan PSBB Jakarta, 96 Perusahaan Ditutup Sementara

"Tumpukan-tumpukan material yang mengganggu di pinggir-pinggir, drainase yang tertimbun serta tertutup dapat menimbulkan banjir. Manajemen keselamatan dan cara kerjanya, juga akan kita perbaiki. Pada intinya, itu saja," katanya.

Mengenai rencana Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang akan memanggil pihak-pihak terkait mengenai penghentian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR mengatakan, pihaknya belum mengetahui hal tersebut.

"Saya belum tahu. Saya kira bagus. Intinya untuk kebaikan bersama, dan peningkatan agar bisa berlanjut kembali. Namun, dengan proses yang lebih baik," ujar Danis.

Sebelumnya PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah melakukan tindakan preventif terhadap kondisi cuaca ekstrem, yang belakangan ini terjadi.

Baca Juga : Kena Amuk Pendemo, Stasiun MRT Bundaran HI Rusak, 2 Excavator Terbakar

Antara lain, dengan mengidentifikasi berbagai risiko yang terkait aspek lingkungan. Baik itu di proyek maupun di daerah sekitar, sekaligus menetapkan langkah-langkah strategis. Sehingga, pembangunan bisa tetap berlangsung dengan lancar.

Soal ini, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan, sejumlah penanganan teknis telah dilakukan oleh Proyek KCJB ke beberapa titik banjir.

Proyek KCJB juga melakukan tindakan pemulihan terhadap kerusakan akses jalan di samping jalan tol Cikampek Km+4, sekitar exit tol Jatiwaringin, yang sengaja dibangun untuk memudahkan akses warga.

Selain melakukan penanganan bencana, secara paralel, ketiga kontraktor KCJB (Sinohydro, WIKA dan CREC) berinisiatif melakukan penyisiran dan penanggulangan ke sejumlah titik, yang berpotensi menjadi penyebab banjir dan longsor. Yakni dengan melakukan pemantauan pada sejumlah pintu air sungai, dan memastikan saluran air yang berada di sekitar lokasi proyek dapat berfungsi normal.

Baca Juga : Erdogan Incar Posisi Turki Dalam Tatanan Dunia

"Proyek KCJB juga melakukan pemulihan pada akses warga yang rusak akibat banjir. Seluruh pengerjaan proyek KCJB senantiasa memperhatikan kaidah – kaidah yang diperlukan," pungkas Chandra. [HES]