Jokowi Benarkan, Ahok Salah Satu Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi (Foto: Twitter)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (Foto: Twitter)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengakui, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, adalah salah satu kandidat Kepala Badan Otorita di Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur.

Selain Ahok, kandidat lain yang disebut Presiden adalah Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

"Namanya kandidat memang banyak. Satu, pak Bambang Brodjo, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas. Cukup," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Hingga kini, belum diputuskan siapa yang akan menduduki jabatan itu. Dalam pekan ini, Jokowi berjanji akan memutuskannya.

"Untuk otorita ibu kota negara,  memang kita akan segera tanda tangani Perpres, di mana nanti ada CEO-nya. Sampai sekarang belum diputuskan. Akan diputuskan dalam minggu ini," tandasnya.

Berita Terkait : Bambang Brodjonegoro dan Abdullah Azwar Anas Ditunjuk Jadi Kepala dan Wakil Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi payung hukum pembentukan lembaga tersebut, kini sedang digodok. Targetnya rampung pada Juni mendatang.

Luhut bilang, Jokowi sudah menunjuk Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Baru itu.

“Sepanjang yang saya tahu begitu. Tapi nanti resmi diumumkan Presiden,” ujarnya saat dijumpai di Istana Kepresidenan, Jumat (28/2).

Dikonfirmasi soal nama Ahok yang akan menempati jabatan itu, Luhut menolak menanggapinya. Menurutnya, hal itu merupakan wewenang Presiden. "Biarlah nanti resmi diumumkan Presiden," elaknya.

Yang pasti, Luhut menyebut, pemerintahan akan pindah ke ibu kota baru pada kuartal pertama 2024.

Berita Terkait : KP2IT Yakin, Pembahasan RUU Pemindahan Ibu Kota Mulus

Sejauh ini, tahapan pemindahan ibu kota sudah sesuai harapan.

Ahok sendiri, mengaku belum menerima informasi soal itu. "Saya nggak tahu soal itu," elak Ahok.

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu pun tak mau berandai-andai soal pemilihannya. Saat ini, Ahok ingin fokus pada pekerjaannya sebagai Komisaris Utama di Pertamina.

Asal tahu saja, Ahok ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Komisaris Pertamina pada 25 November 2019.

"Waduh, jangan suka berandai andai. Di Pertamina aja baru tiga bulan," selorohnya.

Berita Terkait : Menteri PPN Pede DPR Periode 2024 Bisa Dilantik Di Kaltim

Sementara Bambang, tak mau mengomentari peluangnya untuk menduduki jabatan Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Baru.

Dia juga hanya menjawab singkat saat ditanyai kesiapannya jika ditunjuk mengisi jabatan tersebut. "Saya sudah siap sebagai Menristek," katanya. [OKT]