Distop Dua Minggu, Erick Minta KCIC Evaluasi Proyek Kereta Cepat

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Rizky Syahputra/RM)
Klik untuk perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Rizky Syahputra/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melakukan evaluasi pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini terkait instruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara proyek tersebut karena kontruksinya tak perhatikan lingkungan.

Hal tersebut dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Senin (2/3). “Saya sudah meminta PT KCIC untuk mengevaluasi secara menyeluruh segala kekurangan manajerial proyek terutama yang menyebabkan terjadinya kerugian lingkungan dan sosial terhadap masyarakat," ujar Erick.

Berita Terkait : Gebrakan Erick Beri Efek Kejut ke Para Petinggi BUMN untuk Perbaiki Tata Kelola

Erick mengatakan, sudah mendapatkan laporan dari pihak KCIC bahwa dalam dua pekan ini mereka akan memperbaiki drainase dan manajemen lingkungan. Menurut dia, Kementerian BUMN akan melaporkan semua perkembangan mengenai proyek kereta cepat.

"Ini sebagai bentuk transparansi dan profesionalisme BUMN," katanya.

Berita Terkait : Tegas dan Tepat Tunjuk Petinggi BUMN, Erick Dapat Rapor Hijau untuk 100 Hari Kerja

Terkait adanya instruksi dari Kementerian PUPR agar proyek kereta cepat tersebut untuk dihentikan sementara waktu, Erick tersebut menghormati dan mendukung langkah dari Kementerian PUPR. "Kami Kementerian BUMN menghormati dan mendukung langkah Kementerian PUPR untuk menghentikan sementara proyek Kereta Cepat selama dua minggu yang terhitung mulai hari ini (2/3)," kata Erick.

Sebelumnya Kementerian PUPR menginstruksikan untuk menghentikan sementara waktu proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai 2 Maret 2020.

Berita Terkait : Hari Ini, Erick Lantik Sesmen dan Deputi BUMN

Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengatakan, alasan penghentian sementara proyek kereta cepat tersebut berkaitan dengan sistem manajemen konstruksi, pelaksanaan manajemen konstruksi yang kurang memperhatikan hal-hal berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kesehatan, lingkungan misalnya menghalangi akses jalan.

Kemudian tumpukan-tumpukan material yang mengganggu di pinggir jalan raya, drainase yang tertimbun serta tertutup sehingga menimbulkan banjir, dan juga manajemen keselamatan serta cara kerjanya. [DIT]