Kemenhub Minta Thermal Scanner Dipasang Di Stasiun Dan Terminal

Thermal scanner yang dipasang di bandara.
Klik untuk perbesar
Thermal scanner yang dipasang di bandara.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) untuk mengantisipasi penyebaran virus corona khusus di stasiun dan terminal. 

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan, titik pemantauan yang bakal menjadi prioritas saat ini adalah Jakarta dan Depok.

“Kami akan identifikasi dulu mana yang prioritas. Kan sementara (virus corona) baru diidentifikasi di Jakarta dan Depok. Itu mungkin prioritas kami saat ini," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/3).

Berita Terkait : Kemenhub Tambah Kuota Mudik Gratis Motor dengan Kereta Api, Ini Jadwalnya

Menurut Adita, SOP tersebut akan disusun pada hari ini dengan melibatkan Kementerian Kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan regulator di seluruh bidang. Lalu, Kemenhub akan menginstruksikan operator dan stakeholders untuk menyediakan fasilitas pencegahan virus.

Fasilitas yang mungkin disediakan oleh stasiun dan terminal dalam waktu dekat adalah antiseptik atau disinfektan untuk penumpang. Jika kasus ini meluas, pihaknya memungkinkan bakal menyemprot disinfektan di armada bus maupun kereta.

“Yang jelas kami akan bicarakan dulu dengan Kementerian Kesehatan dan operator. Hal itu akan kami putuskan besok," tuturnya.

Berita Terkait : RI Kemasukan Corona, Kemenhub Perketat Pelabuhan dan Terminal

Sama halnya dengan di pelabuhan dan bandara, Andita mengatakan Kemenhub juga bakal meminta Kementerian Kesehatan memasang alat pendeteksi suhu alias thermal scanner di stasiun dan terminal di beberapa titik. Terkait teknisnya, Adita menyatakan petugas kesehatan akan mengaturnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pengawasan yang dilakukan di bandara dan pelabuhan internasional di Indonesia untuk mencegah masuknya corona ke Indonesia telah dilakukan optimal dan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui KKP yang ada di bandara maupun pelabuhan.

“Bahkan sebelum WHO menetapkan status darurat global wabah virus ini, Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan KKP dan seluruh stakeholder terkait baik di bandara maupun pelabuhan untuk memperketat pengawasan masuknya penumpang internasional,” katanya.

Berita Terkait : Singapura Temukan 6 Pasien Baru Corona, 3 Pernah ke Batam

Di bandara misalnya, Kemenhub telah membentuk Komite FAL Nasional yang diketuai para Kepala Kantor Otoritas Bandara, khususnya bandara internasional, guna meningkatkan koordinasi stakeholder penerbangan untuk memastikan seluruh stakeholder penerbangan telah menjalankan pengawasan sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Kesehatan melalui KKP di bandara. [KPJ]