Kereta Cepat Disetop Dulu, Ini Permintaan BKS Ke KCIC

Ilustrasi terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta, PT KCIC selaku pelaksana pekerjaan Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung untuk segera menindaklanjuti Rekomendasi Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR. 

“Saya sudah minta PT KCIC untuk segera melaksanakan rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR, agar proyek ini dapat segera dilanjutkan dan dapat selesai sesuai target waktu,” tegas BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi - di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Banjir Membuat Perjalanan KA Daop I Jakarta Terganggu, Ini Perubahannya

Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR sebelumnya dalam suratnya meminta proyek KA Cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara karena proyek tersebut dianggap berdampak pada layanan Tol Jakarta-Cikampek. Setidaknya ada 6 catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi yaitu : Pembangunan Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung kurang memperhatikan kelancaran akses masuk dan keluar jalan tol; mengganggu drainase, kebersihan jalan, dan keselamatan pengguna jalan tol; menimbulkan genangan air, kemacetan dan menggangu kelancaran logistik, adanya pembangunan pilar LRT tanpa izin, pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) belum dilakukan sesuai aturan.

Dirut KCIC, Chandra Dwiputra mengatakan, telah melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi. Langkah–langkah yang telah dilakukan antara lain: menertibkan kontraktor dalam penggunaan bukaan maupun akses kerja di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek di KM 7, KM 9, KM 10, KM 14, KM 15, KM 16, KM 30, KM 31, KM 33, KM 34, KM 129, dan KM 141;  memastikan setiap bukaan jalan tol dilengkapi dengan rambu-rambu seperti, hose lamp, rotary lamp, safety fence, flagman, tire wash area, dan traffic control zone; melakukan pemompaan air pada saluran drainase, pembersihan saluran drainase dan penumpukan material khususnya pada lokasi yang sempat tergenang air, dan membuat temporary drainase untuk mencegah terjadinya genangan air di jalan tol.

Berita Terkait : Wabah Corona Tak Ganggu Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kemenhub, KemenPUPR beserta stakeholder terkait juga sepakat untuk secara bersama memantau perbaikan-perbaikan yang dilakukan KCIC dalam rangka menindaklanjuti catatan dari Komite Keselamatan Konstriksi (RDL/YSP).

Sebelumnya, Menhub menggelar Rapat Pembahasan Tindaklanjut Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung, di Jakarta, Selasa (3/3). Pada Rapat tersebut, turut hadir Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Dirjen Binamarga Sugiyartanto, Ketua Komite Keselamatan Konstruksi KemenPUPR Danis H. Sumadilaga, Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra, dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. [KPJ]