Gara-gara Corana, Sebagian Alat PON Pakai Bekas Asian Games

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai rakor tingkat menteri untuk persiapan PON di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/3). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai rakor tingkat menteri untuk persiapan PON di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/3). (Foto: Danu Arifianto/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peralatan pertandingan yang akan digunakan pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 tidak sepenuhnya barang baru. Sebagian merupakan barang bekas Asian Games 2018.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penggunaan peralatan pertandingan bekas ini lantaran pemerintah kesulitan mendatangkan peralatan pertandingan baru seiring maraknya penyebaran virus corona, 

Berita Terkait : Imbau Wawali Kota Tegal: Hadapi Corona, Jangan Panik, Jangan Nimbun!

"Kita tahu mendatangkan peralatan baru itu sulit. Apalagi yang impor sehubungan dengan adanya musibah Covid-19. Makanya, salah satu solusinya kita menggunakan alat pertandingan eks Asian Games 2019. Cara ini juga bisa membuat pembiayaan PON jadi lebih hemat," kata Muhadjir usai rapat koordinasi tingkat menteri untuk persiapan PON di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/3).

Eks menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu memastikan, penggunaan atau pemanfaatan peralatan pertandingan bekas Asian Games 2018 akan lebih dulu melalui proses perizinan dan pengecekan yang akan dilakukan Kemenpora dan PB PON.

Berita Terkait : Deteksi Corona, Menko PMK: Kita Hanya Butuh Waktu Dua Jam

"Nah kalau perizinan untuk pemanfaatannya akan kita minta di Kementerian Keuangan, terutama Bea Cukai," ujarnya.

Di kesempatan itu, Muhadjir mengungkapkan, pengadaan peralatan pertandingan untuk 26 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON 2020 akan dikerjakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ia pun meminta seluruh peralatan sudah harus sampai ke venue masing-masing paling lambat bulan Juli mendatang.

Berita Terkait : WNI Yang Dievakuasi Bebas Corona, Menko PMK Minta Masyarakat Natuna Tak Khawatir

"Sementara, pengadaan peralatan untuk 11 cabor lainnya menjadi tanggung jawab PB PON. Proses pengadaannya akan melalui lelang dan akan segera dilaksanakan mulai minggu ini. Paling lama selama 10 hari kedepan," tuturnya.

Sekedar informasi, pelaksanaan PON XX sendiri akan digelar di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November. Beberapa kota yang akan jadi tempat perhelatan diantaranya adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. [DNU]