Didukung Polri, Mendag Ancam Cabut Izin Penimbun Bahan Pokok

Agus Suparmanto
Klik untuk perbesar
Agus Suparmanto

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perdagangan bersama Kabareskrim akan menindak tegas pelaku bisnis yang terbukti melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok dan produk kesehatan. 

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pelaku bisnis harus benar benar membantu masyarakat yang saat ini resah dengan adanya  wabah virus mematikan asal China.

“Pertama Kemendag akan lakukan imbauan. Dilanjutkan dengan peringatan, kemudian sanksi bila terbukti melanggar. Jika terus melanggar, maka akan dicabut izinnya,” kata Agus saat melakukan konferensi pers bersama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen,Listyo Sigit Prabowo pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Jumat (6/03).

Pada kesempatan itu, Mendag dan Kabareskrim memaparkan program dan dukungan Polri dalam menjaga kebutuhan pokok masyarakat serta menguatkan ekonomi, khususnya mendorong ekspor dan impor.

Berita Terkait : Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

“Produk masker bukan merupakan barang konsumsi, tetapi tergolong produk kesehatan. Dasar hukumnya adalah UU Kesehatan dan UU Perdagangan,” terangnya.

Sementara itu, Listyo Sigit akan memerintahkan seluruh anggota Bareskrim untuk mengecek secara langsung ke distributor, agen, maupun produsen di seluruh wilayah Indonesia terkait isu kelangkaan produk masker dan hand sanitizer yang menimbulkan lonjakan harga terhadap produk tersebut.

Kabareskirim mencatat, saat ini ada 17 kasus yang dilakukan penyelidikan terkait penimbunan. Dari kasus itu, 30 tersangka yang merupakan distributor sedang dalam proses pemeriksaan.

Ada 822 kasus untuk 61.550 lembar masker dan 138 kardus hand sanitizer yang saat ini sedang diamankan Bareskrim. Kasus penimbunan tersebut, terjadi di 17 wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Berita Terkait : Paket 3 Patimban Diteken, Nilai Investasinya Rp 524 Miliar

Polri juga tengah menangani empat kasus hoaks yang sedang diproses dan satu kasus hoaks sedang diselidiki terkait penyebaran informasi yang mengakibatkan keresahan dan kepanikan di masyarakat.

Kabareskrim meminta masyarakat untuk tidak panik, karena berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini dalam keadaan cukup.

Kabareskrim, akan terus mengawasi proses distribusi bersama dengan Kemendag terkait dengan ketersediaan masker dan sembako.

“Mencari untung itu boleh, harus perhatikan lebih dulu kebutuhan masyarakat. Silakan disalurkan jangan ditimbun sehingga menimbulkan kelangkaan dan membuat masyarakat panik,” ujar Listyo.

Berita Terkait : Kemendag Ajak Pengusaha Maksimalkan Tol Laut

Ia berharap, dengan adanya penindakan ini kondisi akan kembali normal. “Hari ini, kami lihat dari segi antrian, harga di pasar cenderung kembali ke harga biasa. Walaupun ada yang kosong kita dorong agar segera terisi,”terang Listyo. [KPJ]