Poltek Perhubungan Serukan Stop Kekerasan dan Korupsi

Kepala BPSDM Perhubungan, Sugihardjo menggelar Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) ke-12 di Kampus Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, Jumat (6/03).
Klik untuk perbesar
Kepala BPSDM Perhubungan, Sugihardjo menggelar Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) ke-12 di Kampus Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, Jumat (6/03).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Perhubungan menggelar Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) ke-12 di Kampus Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang.

Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Perhubungan, Sugihardjo menekankan kepada mahasiswa sekolah kedinasan untuk melakukan perubahan di era globalisasi sekarang ini.  Pertama, stop kekerasan dan budaya instan.

"Kita harus mengubah stigma di masyarakat bahwa sekolah kedinasan identik dengan kekerasan. Jadi harus berubah. Stop kekerasan di sekolah perguruan tinggi kedinasan," kata Sugihardjo dalam pembukaan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) ke-12 yang diselenggarakan di Kampus Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, Jumat (6/03).

Menurutnya, konsep kekerasan di sekolah sudah tidak sesuai dengan semangat zaman industri 4.0. 

Baca Juga : PM Malaysia Umumkan Para Menteri

Untuk itu, kata dia, sebagai bagian dari pembinaan tak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang melakukan tindak kekerasan di sekolah kedinasan. Apalagi sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan.

"Kekerasan adalah cara yang kuno dan primitif. Masa diteruskan. Sekarang sudah masyarakat industri 4.0. Kami sebagai pembina tentu tidak memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan. Sanksi tegas akan diberikan," jelasnya.

Kedua, stop korupsi. Namun, mahasiswa saat ini belum ada peluang untuk korupsi. Untuk itu, dia menyatakan, lebih baik mahasiswa mulai dari hal yang kecil dengan menghindari budaya instan. Karena, korupsi merupakan cerminan dari budaya instan.

"Korupsi cerminan budaya instan. Mau kaya, tapi tidak mau kerja keras. Budaya instan itu bisa terlihat dengan menyontek. Menyontek dianggap mahasiswa hal yang biasa. Tetapi, sekarang harus mulai kita hindari menyontek," ujarnya.

Baca Juga : MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS

Kegiatan OPTK ke-12 berlangsung pada 5-8 Maret 2020 yang diikuti 31 perguruan tinggi kedinasan. Total 2.858 peserta. Ia menyambut, baik penyelenggaraan olimpiade tersebut.

Menurutnya, meski berlangsung selama empat hari diharapkan silaturahmi antar peserta yang mengikuti bisa berlangsung terus sehingga menciptakan jaringan yang kuat untuk membangun negeri.

"Memori kebersamaan dan semangatnya membawa kebangsaan yang lebih tinggi dalam bentuk networking dan lain-lain. Bangsa ini hanya akan maju apabila generasi mudanya maju, penuh sportifitas, dan optimisme," ucapnya.

Direktur Politeknik Penerbangan Indonesia, Curug Avirianto mengatakan, kegiatan ini diikuti dari 31 perguruan tinggi kedinasan di Indonesia.

Baca Juga : APBN Kudu Mampu Topang Perekonomian Saat Corona Masuk Ke Indonesia

Perguruan Tinggi Kedinasan tersebut adalah Poltektrans SDP Palembang, Poltek SSN, STTN Batan Yogyakarya, Poltekip, Peltekim, ATKP Medan, PKN STAN, PTDI-STTD, STPN Yogyakarta, Poltekbang Surabaya, Poltek STT Bandung, Poltekpel Sorong, Poktekpel Malahayati. Polteksos. Poltek APP Jakarta, Poltekpel Banten, PIP SemarangPoltek, Polktek KP Karawang, STIP Jakarta, PIP Makassar, Polbangtan Malang, Poltekpel Surabaya, STIS, IPDN, PKTJ Tegal, STIP Jakarta, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Politeknik Enjineering Pertanian, Polbangtan Bogor, PPI Curug, dan PPI Madiun.

“Mereka akan berlaga di berbagai perlombaan yang dibagi menjadi dua jenis. Yaitu perlombaan akademik dan non akademik. Olimpiade akademik meliputi speech, scrabble, strory telling, english debate, photography, cinematography, e-journal dan lomba karya tulis ilmiah (LKTI). Sedangkan olimpiade non akademik meliputi atletik (lari jarak pendek, lari jarak jauh, lari estafet), futsal, silat, taekwondo, renang, tenis meja, badminton, basket, voli, catur, dan sepak bola”, ungkapnya.[KPJ]