Sediakan Multivitamin, Pegawai PUPR Siaga Corona

Sediakan  Multivitamin, Pegawai PUPR Siaga Corona
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Seluruh pegawai PUPR diminta untuk serius mencegah isiko penyebaran virus corona, khususnya di lingkungan Kantor PUPR. Sebagai tindakan preventif, Kementerian PUPR menyediakan multivitamin tambahan yang dibagikan ke seluruh pegawai dan fasilitas hand sanitizer untuk membersihkan tangan.   

“Kita juga sedang mendapat tugas dari Presiden untuk membangun Rumah Sakit Khusus di Pulau Galang. Targetnya selesai dalam waktu kurang dari 1 bulan dengan kapasitas 1.000 isolated,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai melantik 10 Pejabat Tinggi Madya baru Kementerian PUP di Auditorium Kementerian PUPR, Kamis (5/03),. 

Pelantikan dilakukan untuk mengukuhkan dan menggantikan beberapa pejabat yang telah memasuki masa purna bhakti.  

Yaitu, Anita Firmanti Eko Susetyowati, sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Widiarto sebagai Inspektur Jenderal (Irjen), Jarot Widyoko, sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air menggantikan Widiarto, yang sebelumnya menjabat Plt Dirjen SDA, dan Hedy Rahadian, sebagai Dirjen Bina Marga menggantikan  Sugiyartanto, M.T. 

Berita Terkait : Mendramatisir Corona

Kemudiaan Danis Hidayat Sumadilaga, sebagai Dirjen Cipta Karya, Khalawi sebagai Dirjen Perumahan; Trisasongko Widianto, sebagai Dirjen Bina Konstruksi menggantikan Danis Hidayat Sumadilaga, yang sebelumnya Plt Dirjen Bina Konstruksi. 

Lalu, Eko Djoeli Heriepoerwanto, sebagai Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan; Hadi Sucahyono, sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), dan terakhir, Sugiyartanto, sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggantikan Lolly Martina Martief. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi akibat merebaknya virus corona, pejabat baru yang dilantik untuk segera melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa anggaran infrastruktur di 2020. 

Di mana lelang dini paket kontraktual pekerjaan infrastruktur TA 2020 telah dilakukan sejak 6 November 2019. Hal ini untuk meningkatkan kualitas belanja anggaran pembangunan infrastruktur karena pekerjaan dapat dimulai lebih awal. 

Berita Terkait : Menteri Erick: Jangan Panik, Stok Alat Aman, BUMN Farmasi Siap Hadapi Wabah Corona

“Saya meminta kepada pejabat yang dilantik sebagai komandannya untuk mempercepat. Untuk itu, Unit Organisasi (Unor) agar dapat mempersiapkan dokumen tender dengan lebih baik,” kata Basuki.  

Jebolan UGM ini juga meminta agar pembangunan infrastruktur berbasis kerakyatan seperti Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dan Program Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3-TGAI) untuk dipercepat realisasinya, sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. 

“Pembuatan marka jalan di lapangan yang belum dikerjakan bisa dikerjakan sekarang, termasuk pengecatan jembatan yang dapat dilakukan melalui skema padat karya segera dilaksanakan. Program padat karya bertujuan untuk mempertahankan daya beli masyarakat,” tuturnya. 

Basuki juga berpesan kepada pejabat dilantik dapat memberikan kontribusinya untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan melakukan Bimbingan Teknik (Bimtek) dan membentuk unit kepatuhan internal di setiap Ditjen sebagai first line of defense. 

Berita Terkait : Pulang dari Batam, 3 Orang di Singapura Positif Corona

“Selanjutnya, saya mengingatkan apa yang sudah disepakati dalam membelanjakan uang negara dengan mengacu pada peraturan yang ada. Ingat 4 big no’s: no bribery, no kick back, no gift, no luxurious lifestyle,” ujarnya. (FIK)