APBN Kudu Mampu Topang Perekonomian Saat Corona Masuk Ke Indonesia

Sri Mulyani Indrawati/IG
Klik untuk perbesar
Sri Mulyani Indrawati/IG

RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) harus mampu menjadi solusi dan penopang perekonomian saat wabah virus corona (Covid-19) mulai masuk ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/3).

“Instrumen APBN harus sebagai sumber solusi bahkan ketika APBN mendapatkan tekanan, karena ekonomi mengalami tekanan,” kata Sri Mulyani.

Berita Terkait : Bhutan Yang Terisolir Pun Kena Virus Corona

Menurutnya, pergerakan wabah Covid-19 yang sangat cepat dan telah menimpa 100 negara itu harus mampu dibaca oleh pemerintah terutama para pegawai Kementerian Keuangan sebagai bendahara keuangan negara.

“Itu dinamika perubahan yang harus Anda baca lalu setelah tahu maka gunakan keuangan negara untuk merespons itu,” ujarnya.

Dia menuturkan, melalui kemampuan untuk membaca situasi dan dinamika tersebut, sikap serta respons dalam menciptakan solusi melalui penggunaan APBN dapat dilakukan.

Berita Terkait : Sri Mulyani Bikin Takut Saja

“Lingkungan yang dibaca pun berbeda-beda sehingga konteks Kementerian Keuangan membaca perubahan dan dinamika yang tinggi,” katanya.

Sri Mulyani menekankan dampak Covid-19 tidak hanya teori yakni dapat dilihat melalui keadaan China dan Singapura yang lumpuh akibat wabah tersebut.

Sebab itu, fungsi APBN sebagai instrumen fiskal yang harus bisa memitigasi dan meredam dampak virus tersebut sehingga tidak mempengaruhi seluruh sistem perekonomian Tanah Air.

Berita Terkait : Corona Ngamuk Utang Numpuk

“Kita sebagai bendahara negara tidak boleh berdampak ke seluruh sistem, jadi kita redam. Pengaruhnya ke APBN pasti akan terlihat tapi itu fungsi dan tanggung jawab APBN sebagai instrumen fiskal,” ucapnya.

Sri Mulyani menegaskan, kolaborasi dan sinergi antarpemerintah terkait sangat dibutuhkan dalam mengelola APBN sehingga mampu menjadi penopang perekonomian tanah air yang tertekan akibat Covid-19.

“Memang solusinya tidak semua keuangan negara tapi keuangan negara punya peran penting. Kita saat ini satu tim jadi sinergi dan kolaborasi semakin diminta,” ujarnya. [WHY]