Imbas Corona, Bandara Ahmad Yani Tekor Rp 9 Miliar

Bandara Jenderal Ahmad Yani, mengalami penurunan aktivitas akibat virus corona.
Klik untuk perbesar
Bandara Jenderal Ahmad Yani, mengalami penurunan aktivitas akibat virus corona.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengelola Bandara Internasional mengalami kerugian akibat penurunan aktivitas di bandara. Penurunan ini merupakan imbas dari penyebaran virus corona. 

Seperi di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Bandara Internasional mengalami kerugian hingga Rp 9 miliar akibat penurunan aktivitas di bandara selama tiga bulan terakhir.

Berita Terkait : Saatnya Konglomerat Dipaksa Turun Tangan

General Manager Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Hardi Ariyanto menuturkan, penurunan jumlah pengujung di bandara merupakan imbas dari penyebaran virus mematikan asal China.

"Penumpang turun sebanyak 23 persen dari biasanya. Penyebaran virus corona membuat bandara Internasional mengalami kerugian," kata Hardi di Semarang, Rabu, (11/03).

Berita Terkait : Abaikan Corona, Grup Debu Tetap Manggung Hibur Anak Yatim

Pada tahun lalu, jumlah penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani mencapai 541.000. Sedangkan, dalam kurun dua bulan belakangan, jumlah penumpang hanya 449.000.

Dengan merebaknya wabah virus Corona, AP I masih sulit memprediksi kapan berakhirnya. Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi target penumpang di BIJAY yang dipatok 5 juta penumpang.

Berita Terkait : Cegah Corona, Pengawasan di Bandara Ngurah Rai Diperketat

"Wabah virus corona berdampak pada penurunan target. Kita tidak tahu sampai kapan wabah ini akan berlansung,"kata Hardi seperti dilansir Tempo.co. 

Diketahui, kasus infeksi virus Corona di Indonesia, bertambah lagi. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto melaporkan, total kasus infeksi virus Corona saat ini berjumlah 31. Naik 7 kasus dibanding hari sebelumnya, Selasa (10/03). Info ini disampaikan Yurianto, setelah mengumumkan satu korban jiwa akibat virus tersebut, dan dua orang dinyatakan sembuh. [KPJ]