Antisipasi Dampak Corona Ke Koperasi Dan UMKM, Teten Bikin Call Center

Menkop dan UKM Teten Masduki saa meninjau Call Center dan Hotline pengaduan dampak Covid-19 ke pelaku Koperasi dan UMKM. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Menkop dan UKM Teten Masduki saa meninjau Call Center dan Hotline pengaduan dampak Covid-19 ke pelaku Koperasi dan UMKM. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM melakukan pendataan nasional terhadap koperasi dan UMKM (UMKM) di seluruh Tanah Air yang terkena dampak corona bagi usahanya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, sangat menyadari bahwa penyebaran corona berpotensi berdampak secara ekonomi terhadap keberlangsungan KUMKM. “Kami sangat memahami bahwa ini akan berdampak signifikan bagi kelangsungan usaha KUMKM kita,” kata dia di Jakarta, Selasa (17/3).

Kementerian pun memetakan dampak corona terhadap Koperasi dan UMKM dengan pendataan secara nasional. Ia meminta, koperasi dan UMKM melaporkan kondisi usahanya apabila mengalami kesulitan bahan baku, proses produksi terganggu, atau permintaan pasar menurun drastis.

Berita Terkait : Antisipasi Dampak Corona Ke Koperasi Dan UMKM, Pemerintah Beri Sejumlah Insentif

Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya mencarikan solusi yang tepat untuk keberlangsungan KUMKM. Yakni dengan menghubungi Call Center 1500-587, Senin-Jumat antara pukul 08.00-15.00 WIB.

"Kami mengajak para pelaku koperasi dan UMKM di Indonesia untuk tetap optimis namun senantiasa waspada," imbuhnya.

Menyusul hal tersebut, Teten memantau langsung Call Center Kemenkop UKM terkait pengaduan dari para Pelaku Koperasi & UMKM yang aktivitas usahanya terdampak wabah corona. Ia mengaku ingin memastikan kesiapan petugas Call Center menerima laporan dari para pelaku UMKM. 

Berita Terkait : Kondisi BKS Dilaporkan Terus Membaik dan Stabil

Kemenkop UKM membuka saluran pengaduan (hotline) melalui Call Center sejak Senin (16/3), pada jam operasional Senin-Jumat yang Call berfungsi untuk mengetahui kondisi usaha para pelaku Koperasi dan UMKM yang terdampak wabah virus corona. 

Teten bilang, hingga hari ini, Call Center mendapatkan beragam laporan dari pelaku UMKM. Ada yang mengeluhkan terjadi penurunan permintaan. "Ada yang tidak berani membuka usahanya karena takut masyarakat takut berinteraksi langsung, ada yang distribusi barang terganggu dan berbagai keluhan lainnya,” ucapnya.

Diakui Teten, pemerintah menyadari wabah virus Covid-19 berdampak terhadap ekonomi secara nasional. Karena itu, pemerintah perlu melakukan pendataan untuk mengambil langkah-langkah cepat menjaga kelangsungan usaha pelaku UMKM. 

Berita Terkait : Antisipasi Corona, Pemkab Gowa Isolasi Peserta Ijtima Dunia

Saat ini, semua data yang masuk melalui Call Center akan dipetakan terlebih dahulu dan kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar secepatnya dapat diberikan solusi. 

Untuk mengetahui dan lebih memahami situasi yang dihadapi para Pelaku Koperasi dan UKM, Kemenkop telah membuka Hotline 1500-587 dan Khusus Pesan WA: 08111-450-587.  "Kami pun terus aktif melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah serta stakeholders lainnya, untuk turut berperan aktif," pintanya.

"Kami saat ini sedang menyiapkan berbagai program untuk mengantisipasi, serta sekuat tenaga terus mendorong kemajuan Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia. Selalu waspada dan tetaplah optimis. Jaga kesehatan dan ketenangan. Kita siap bersama,” tuturnya. [DWI]