Yang Punya Cicilan, Jokowi Pastikan Bisa Tunda Pembayaran Hingga 1 Tahun

Presiden Jokowi saat mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) melalui teleconference dengan kepala daerah, Selasa (24/3). (Foto: Sekretatiat Kabinet)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi saat mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) melalui teleconference dengan kepala daerah, Selasa (24/3). (Foto: Sekretatiat Kabinet)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat mengalami penurunan bahkan kehilangan penghasilan. Akibatnya, masyarakat yang mempunyai tanggungan cicilan kredit terganggu pembayarannya.

Presiden Joko Widodo mengaku telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hal ini. Hasilnya, OJK akan memberikan relaksasi atau keringanan.

Berita Terkait : Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Akan Turun, Tantangan Ini Harus Kita Hadapi dan Jawab

Relaksasi kredit ini berlaku untuk pelaku usaha mikro dengan nilai kredit di bawah Rp 10 miliar. Baik kredit dari perbankan maupun industri keuangan nonbank. Mereka yang masih punya tanggungan utang, akan diberikan keringanan penundaan cicilan sampai 1 tahun dan penurunan bunga.

"Saya dengar juga dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau kredit mobil, atau pun nelayan yang sedang memiliki kredit perahu," kata Jokowi dalam Rapat Terbatas dengan kepala daerah lewat video konferensi yang disiarkan Setpres, Selasa (24/3).

Berita Terkait : Wewenang Pusat, Jokowi Larang Pemda Tetapkan Lockdown

Agar semua masyarakat yang masih terikat dengan utang kredit dapat tenang, Jokowi meminta agar kepala daerah mensosialisasikan kabar tersebut.

"Saya kira ini perlu juga disampaikan kepada mereka untuk tidak perlu khawatir, karena pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran atau relaksasi selama 1 tahun," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. [SAR]