Antisipasi Dampak Corona Ke Koperasi Dan UMKM, Ini 8 Jurus Menteri Teten

Menkop UKM Teten Masduki. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Menkop UKM Teten Masduki. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan delapan program khusus untuk mengantisipasi dampak ekonomi wabah corona terhadap pelaku koperasi dan UMKM (KUMKM) di Tanah Air.

Menkop dan UKM, Teten Masduki mengatakan, ada delapan program yang sedang dipersiapkan khusus untuk meredam dampak corona bagi sektor KUMKM.

“Yang pertama kami mengajukan stimulus daya beli produk UMKM dan koperasi. Ini sudah disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi dan disetujui angkanya sekitar Rp 2 triliun untuk sementara ini,” katanya.

Berita Terkait : Kemenkop Akan Bantu Koperasi Dan UKM Yang Kena Dampak Corona

Program kedua, mendukung dan mengefektifkan social distancing tapi dalam waktu bersamaan juga, warung-warung bisa berjalan dengan baik usahanya.

"Program ini sebenarnya bagaimana warung-warung di tingkat RT, di tingkat lingkungan kita mendapat supply barang dagangan sehingga mereka bisa jualan ke tetangga-tetangganya secara online juga. Onlinenya sederhana nanti warung bisa mengantarkan belanjaan tetangganya ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Ketiga, program restrukturisasi dan subsidi suku bunga kredit usaha mikro yang sampai saat ini masih dibahas dengan Kementerian Keuangan. Program keempat, restrukturisasi kredit yang khusus bagi koperasi melalui LPDB KUMKM.

Berita Terkait : Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Jangan Tebang Pilih Kasih Insentif

Program kelima, pihaknya juga mendorong penyediaan masker untuk semua baik bagi tenaga medis maupun masyarakat umum. Antara lain dengan mendorong gerakan penggunaan masker kain buat siapa saja yang terpaksa harus beraktivitas keluar rumah dan mengajak UMKM di berbagai daerah untuk memproduksi.

"Kemenkop dan UKM juga mempertemukan koperasi dan UMKM produksi dengan offtaker masker, hand sanitizer, dan APD (alat pelindung diri) yang dibutuhkan tenaga kesehatan saat ini," jelas Teten.

Sementara program keenam, berupaya memasukkan sektor mikro yang jumlahnya cukup banyak dan paling rentan terdampak Covid-19 dalam klaster penerima kartu pra kerja untuk pekerja harian.

Berita Terkait : Corona Bikin Proyek Molor, Kontraktor Minta Dendanya Dikendorin

”Ketujuh, ini yang juga penting, yaitu bantuan langsung tunai. Budgetnya sedang disusun oleh Kementerian Keuangan, tapi kami bisa menjadi salah satu penyalur dari bantuan langsung ini yang sebenarnya semacam bantuan sosial yang diperluas,” tuturnya.

Kemudian program kedelapan terkait dengan pajak dimana pihaknya mengusulkan Pph 21, pajak penghasilan impor, Pph 25, restitusi pertambahan nilai bisa direlaksasi untuk KUMKM. ”Kami berharap delapan langkah mitigasi ini membawa dampak ekonomi positif terhadap pelaku KUMKM,” harapnya. [DWI]