RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebelumnya, masker hanya diperuntukkan untuk orang sakit, dengan gejala bersin ataupun batuk. Sekarang, pemerintah mewajibkan semua orang wajib menggunakan masker.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada hari ini pun tampil beda. Dari sebelumnya tanpa masker, kini menggunakan masker. 

Berita Terkait : SIWO Pusat Bagikan 500 Paket Sembako

"Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker," imbau Yurianto, dengan mulut tertutup masker warna oranye, Ahad (5/4) lewat video streaming BNPB Indonesia.

Namun, ia mengingatkan masyarakat umum agar menggunakan masker kain saja. Masker bedah, atau masker N-95  diutamakan untuk petugas kesehatan.

Berita Terkait : Hasto Minta Kader Banteng Tetap Kalem

"Masker kain bisa dicuci. Gunakan tak lebih dari 4 jam. Setelah itu, rendam dengan air sabun, cuci. Ini upaya untuk mencegah penularan, karena kita tidak pernah tahu, ada banyak potensi penularan di luar," papar Yurianto.

Yurianto mengungkap, dari 7.912 uji Corona ditemukan 2.273 yang terinfeksi. Jumlah pengetesan itu adalah akumulasi dari pusat ke daerah, dalam rangka diagnosa Covid-19.

Baca Juga : Airin Ajak Mantan Pasien Covid-19 Sosialisasi Protokol Kesehatan

"Ini menjadi suatu yang penting, karena kita sadari bersama bahwa keberadaan kasus positif di tengah masyarakat menjadi sumber penularan di masyarakat itu. Oleh karena itu segera cari, temukan, isolasi," tandasnya.

Per hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai angka 2.273. Sedangkan total kasus sembuh dan meninggal dunia, masing-masing berjumlah 164 dan 198. [SAR]