Bantu Industri, Kemenperin Realokasi Anggaran Rp 113,15 Miliar

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian akan melakukan realokasi anggaran 2020 sebesar Rp 113,15 miliar untuk mendorong produktivitas pelaku industri dalam negeri di tengah menghadapi pandemi corona (Covid-19). Dari total realokasi anggaran tersebut, sebanyak 81 persen atau Rp 92 miliar bakal disalurkan untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Realokasi anggaran ini kami kosentrasikan untuk memacu dunia usaha, dan memang kami prioritaskan bagi pelaku IKM kita,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada rapat kerja virtual bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4).

Berita Terkait : Presiden Minta Pemda Segera Realokasi Anggaran Buat Bansos

Menurut Menperin, realokasi anggaran yang disiapkan oleh kementeriannya sudah maksimal, meskipun nilainya tidak terlalu besar karena anggaran Kemenperin dalam APBN 2020 hanya Rp 2,9 triliun. Oleh karena itu, Agus berharap kepada legislator khususnya Komisi VI DPR dapat mendukung rencana realokasi anggaran tersebut.

“Realokasi anggaran ini sesuai amanat Bapak Presiden. Tentu dari kami, Kemenperin akan siap dan senang apabila dalam implementasinya bekerjasama dengan anggota Komisi VI agar program ini bisa berjalan dengan baik,” paparnya. Sehingga seluruh program pemerintah, terutama dalam percepatan penanganan corona bisa dilaksanakan sesuai sasaran.

Berita Terkait : Kemenperin Pantau Aktivitas Industri Hadapi Corona

Agus mengatakan, realokasi anggaran bagi pelaku IKM yang terdampak corona, antara lain akan digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru (WUB) IKM pada daerah terdampak corona. Berikutnya, program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, program bantuan modal kerja dalam bentuk bahan baku, serta meningkatkan kemampuan sentra dan penguatan produk IKM logam, mesin, elektronika dan alat Angkut yang terdampak corona.

Lebih lanjut, Agus menyebutkan, rincian realokasi anggaran yang dilakukan oleh Kemenperin, terdiri dari Sekertariat Jenderal sebesar Rp 707 juta. Kemudian, untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Agro sebesar Rp 105,25 juta, Ditjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) merealokasi angaran sebesar Rp 4,2 miliar, serta Ditjen Industri Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) sebesar Rp 4,86 miliar. 

Berita Terkait : Dampak Covid-19, Industri Penerbangan Terancam Bangkrut

Lalu, untuk Ditjen IKM dan Aneka merealokasi anggaran sebesar Rp 92,74 miliar, Ditjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) sebesar Rp 60 juta, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) sebesar Rp 4,67 miliar, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) sebesar Rp 5,7 miliar, serta Inspektorat Jenderal merealokasi anggarannya sebesar Rp 105,5 juta.

Dari hasil kesimpulan rapat,  Komisi VI DPR mengapresiasi dan mendukung langkah upaya refocusing dan realokasi anggaran Kemenperin tahun 2020 untuk membiayai kegiatan-kegiatan prioritas nasional yang manfaatnya langsung kepada masyarakat dan penanganan pandemi corona. [DIT]