RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) di 467 daerah kabupaten/kota sudah dilakukan secara online.

Administrasi kependudukan (Adminduk) dengan aplikasi bisa diunduh via Playstore, lewat website serta layanan melalui Whatsapp dan SMS. Pasalnya, layanan online ini bisa memutus percaloan dan pungli, sehingga mencegah terjadinya korupsi.

Berita Terkait : Dirjen Dukcapil Telah Terbitkan 15 Dokumen Kematian Korban Sriwijaya Air SJ182

“Untuk daerah yang masih ada layanan manual seperti perekaman KTP elektronik wajib menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19," kata Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh kepada RMCO di Jakarta, Jumat (17/4).

Terkait peningkatan kualitas pelayanan publik khusus layanan Adminduk, Zudan meminta seluruh Kadis Dukcapil kabupaten/kota yang belum memiliki aplikasi layanan online segera mengembangkannya. 

Baca Juga : Dukung UMKM, Bank Mandiri Andalkan Layanan Mandiri Pintar Dan Sistem Warung

Zudan berharap selain sebagai inovasi dan terobosan pelayanan di bidang Adminduk, melalui aplikasi tersebut masyarakat bisa mudah mengetahui progres penyelesaian dokumen kependudukan yang sedang diurus. [DIR]