Penyebaran Covid-19 Tinggi

Menkes Terapkan PSBB di Jabar dan Kota Tegal

Terawan Agus Putranto
Klik untuk perbesar
Terawan Agus Putranto

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kedua kalinya di 5 wilayah di Jawa Barat. 

Yakni, Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang serta Kota Tegal, Jawa Tengah. 

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/259/2020, pada 17 April 2020. 

Berita Terkait : Stop Penyebaran Covid-19, Filipina Bebaskan Hampir 10 Ribu Napi

PSBB tersebut, ditetapkan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Jabar. 

Menkes mengatakan, di wilayah Jabar telah terjadi peningkatan dan penyebaran kasus Covid-19 yang sangat tinggi. 

”PSBB untuk Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang perlu ditetapkan untuk menanggulani wabah Covid-19,” kata Terawan di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (17/04).

Berita Terkait : Bantu Warga Terdampak Covid-19, UHAMKA Kucurkan Rp 1 M dan Sebar Relawan di 200 Komunitas

Selanjutnya, Pemerintah Daerah di 5 wilayah tersebut, wajib melaksanakan PSBB dan secara konsisten mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. 

PSBB di 5 wilayah itu dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. 

Sementara itu, Menkes juga menetapkan status PSBB untuk Kota Tegal, Jawa Tengah,yang tingkat penyebaran Covid-19 signifikan. 

Berita Terkait : Menkes Setujui Penerapan PSBB di Kota Banjarmasin dan Tarakan

”PSBB di Kota Tegal, perlu diterapkan mengingat peningkatan kasus dan penyebaran virus meningkat signifikan,” ucap Terawan. 

Selanjutnya, Pemkot Tegal wajib melaksanakan PSBB dan secara konsisten mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. 

PSBB tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. [KPJ]