RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang dipimpin Siti Nurbaya Bakar terus melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Selain itu, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan ini turut aktif dalam upaya mencegah pandemi Covid-19. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Basar Manullang menggungkapkan, sejak April 2020, patroli terpadu pencegahan yang beranggotakan tim Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA), sudah bergerak melakukan pencegahan karhutla dan Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah desa. 

Berita Terkait : Pemda Diminta Rajin Dengarkan Pengaduan Masyarakat Soal Covid-19

"Penyemprotan disinfektan dilakukan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Penyemprotan dilakukan pada tempat yang biasanya ramai orang berkumpul dan tempat-tempat ibadah", ungkap Basar, dalam siaran persnya Sabtu (18/04).

Penyemprotan disinfektan dilakukan dengan menggunakan cuka kayu. Cuka tersebut, merupakan hasil olahan kayu Manggala Agni sebagai langkah alternatif penyiapan lahan tanpa membakar

Saat ini, patroli terpadu Mangga Agni sudah disiagakan di 440 desa rawan karhutla. Sedangkan, patroli mandiri di 600 desa rawan karhutla.

Berita Terkait : Airlangga: UU Cipta Kerja Prioritaskan Penciptaan Lapangan Kerja Baru

Selain itu, anggota Daops Manggala Agni Sulawesi III/Tinanggea, Sulawesi Tenggara, juga aktif berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Bantuan yang diberikan antara lain berupa masker dan sembako seperti beras serta minyak goreng.

Basar menegaskan, di tengah pandemi ini, Manggala Agni selalu siap siaga. Begitu terjadi karhutla, mereka harus tetap bekerja di lapangan untuk masyarakat dan lingkungan agar terbebas dari asap karhutla. 

Berita Terkait : TMC Riau Klaim Berhasil Kurangi Api Di Hutan

“Di wilayah yang terjadi karhutla seperti Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur, Manggala Agni tetap melaksanakan pemadaman ketika ditemukan titik api. Mereka berupaya sekuat tenaga untuk menanggulangi karhutla ” tambah Basar.

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf Level ≥80%, jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1  Januari – 14 April 2020) sebanyak 690 titik.

Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama 2019 yang mencapai 1.109 titik hotspot. Sehingga titik hotspot turun 419 titik atau 37,78%.[FIK]