RMco.id  Rakyat Merdeka - Memasuki musim kemarau, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai gencar melakukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemantauan difokuskan kepada 1.040 desa rawan karhutla. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Basar Manullang mengatakan, petugas Manggala Agni rutin melakukan kegiatan patroli terpadu dan patroli pencegahan karhutla sejak awal April.

Baca Juga : Kadin Saudi Serukan Boikot Produk Turki

"Patroli terpadu pencegahan yang beranggotakan tim Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Patroli dilaksanakan di 440 desa rawan karhutla. Sedangkan patroli mandiri yang dilakukan oleh Manggala Agni, dilaksanakan di 600 desa rawan karhutla,” ungkap Basar di Jakarta, Sabtu (18/4).

Selain memantau desa rawan karhutla, Basar mengungkapkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah virus Corona (Covid-19).

Baca Juga : SPI Bawang Putih Belum Terbit, Pengamat: Usut Jika Ada Kesengajaan

Di samping itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan dengan menggunakan cuka kayu. “Penyemprotan disinfektan ini dilakukan oleh Manggala Agni di wilayah Sumatera dan Kalimantan, bersama anggota TNI, Polri, dan para pihak lainnya. Penyemprotan dilakukan pada tempat yang biasanya ramai orang berkumpul dan tempat-tempat ibadah,” ungkap Basar.

Selain penyemprotan disinfektan, Basar mengungkapkan, pihaknya memberikan bantuan sembako untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Corona.
 Selanjutnya