RMco.id  Rakyat Merdeka - Kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di Indonesia saat ini sudah mencapai 1.948,5 megawatt (MW). Capaian ini membuat Indonesia berada di peringkat kedua, setelah Amerika Serikat, dalam memanfaatkan panas bumi sebagai tenaga listrik.

Berita Terkait : Bisa Tekan Impor, Industri Kimia Berbasis Methanol Mendesak Dikembangkan

Sejak akhir Maret 2018 lalu, Indonesia menggeser Filipina, yang sebelumnya menempati posisi kedua. Tambahan kapasitas pembangkit panas bumi tersebut, salah satunya berasal dari PLTP Sarulla III sebesar 110 MW. Selain itu, PLTP Karaha I juga menyumbang listrik sebesar 30 MW.

Baca Juga : 200 Ribu Anak Indonesia Ikut Program Penguatan Literasi

“Di tahun 2018, kita mendapat tambahan 140 MW dari PLTP Sarulla III dan PLTP Karaha I.  Sehingga indonesia bisa menyalip Filipina dalam memanfaatkan panas bumi sebagai sumber tenaga listrik,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Publik Kementerian ESDM Agung Pribadi, Kamis (7/2)

Baca Juga : Pangdam II Sriwijaya Kagumi Wisata Di Tulang Bawang Barat

Di tahun 2019 ini, Kementerian ESDM menargetkan tambahan 180 MW dari panas bumi. Sementara di tahun 2024, kapasitas terpasang PLTP ditargetkan sebesar 3.841,5 MW, melampaui kapasitas terpasang panas bumi di Amerika Serikat saat ini. [TIM]