Kelola Energi Terbarukan, 90 Persen Anggarannya Untuk Masyarakat

Klik untuk perbesar
Grafis: Humas ESDM

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM mencatatkan capaian kinerja yang memuaskan di tahun 2018. Kontribusi subsektor EBTKE pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tahun lalu mencapai Rp 2.280 miliar, atau 326 persen  dari target APBN 2018 yang sebesar Rp 700 miliar. 


Telah terbit juga 3 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), yaitu WKP Oka Ile Ange (10 megawatt/MW), Sirung (5 MW), dan Danau Ranau (40 MW). Dalam kapasitas Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), capaian Pembangkit Panas Bumi sebesar 1.948,5 MW, Bioenergi 1.858,5 MW, dan aneka EBT 326,8 MW. 

Baca Juga : Waspadai Penumpang Gelap dan Penciptaan ‘Martir’

Sementara Investasi EBTKE pada tahun 2018 mencapai 1,53 miliar dolar AS. Tahun 2018, juga merupakan penanda pertama untuk beroperasinya secara komersial pembangkit listrik energi Bayu, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap dengan kapasitas 75 MW, dan akan segera menyusul PLTB Jeneponto dengan kapasitas 72 MW. 


Dalam rangka mengurangi impor BBM dan menghemat devisa dari impor, pada tahun 2018 telah diproduksi biodiesel sebanyak 6,01 juta kiloliter (kl) dari target produksi 5,7 juta kl. Pemanfaatan EBT juga mendorong penurunan emisi CO2. Tahun 2018, penurunan emisi sebanyak 43,8 juta ton telah berhasil dicapai dari target 36 juta ton. 

Baca Juga : Direksi dan Karyawan KAI Kerja Lembur

Di sisi lain, penghematan energi yang diterapkan pada 2015-2018 telah mencapai 31.011 Gigawatt hours atau setara dengan Rp 31,8 triliun. APBN Ditjen EBTKE juga mengalami peningkatan dengan serapan 90,7 persen, atau meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya (66,9 persen). 


90 persen dari serapan tersebut dialokasikan untuk kepentingan publik fisik. Kegiatan publik fisik tersebut digunakan untuk mewujudkan energi berkeadilan. Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE memberikan lampu surya gratis untuk rakyat yang belum menikmati listrik di 2.519 desa. Tahun 2018, 172.996 rumah di 16 provinsi, dan pada 2019 ditargetkan 98.481 rumah akan terpasang listrik. [TIM]

RM Video