Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Mensos Turun Ke Kampung-kampung

menteri Sosial Juliari P. Batubara memantau penyerahan bansos bagi warga terdampak Covid-19 di rW 07, Kelurahan slipi, Kecamatan Grogol, petamburan, Jakarta Barat, kemarin. (Foto: ist)
Klik untuk perbesar
menteri Sosial Juliari P. Batubara memantau penyerahan bansos bagi warga terdampak Covid-19 di rW 07, Kelurahan slipi, Kecamatan Grogol, petamburan, Jakarta Barat, kemarin. (Foto: ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, turun langsung memantau penyaluran bantuan sosial alias bansos ke kampung-kampung. Dia ingin memastikan penyaluran bansos tepat sasaran. 

Kemarin siang, Mensos mengunjungi dua titik distribusi bansos sembako Bantuan Presiden itu. Kedua titik itu yakni Grogol, Jakarta Barat, dan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di Kecamatan Grogol, dia mengunjungi RW 07, Kelurahan Slipi. Sementara di Kecamatan Jagakarsa, dia menyambangi RW 01 Kelurahan Cipedak. 

Dalam kunjungan ini, Mensos mendatangi langsung proses pengangkutan bansos sembako Bantuan Presiden oleh petugas ke kendaraan pengangkut. Dia menjelaskan, kedatangan mendadak itu sengaja dilakukannya untuk memastikan distribusi bansos di wilayah DKI Jakarta dan Bodetabek berjalan cepat dan tepat sasaran. Selain itu, untuk memastikan isi bantuan sesuai. 

Berita Terkait : Mensos Ajak Masyarakat Berdo`a, Corona Cepat Berlalu

"Saya perlu memastikan bahwa bansos sembako Bantuan Presiden ini tidak hanya berjalan cepat, tepat, namun juga harus dipastikan isinya sesuai," tegas Mensos dalam kunjungannya ke RW 07 Kelurahan Slipi. 

Satu tas sembako Bantuan Presiden berisi 10 item. Kesepuluh item itu adalah beras, mie instan, kornet, sarden, sambal, kecap manis, susu, minyak goreng, sabun batang, serta teh celup. 

Mensos pun memberikan arahan dan briefing kepada petugas. "Kalau nanti ada masyarakat yang sudah menerima bantuan, tapi ternyata sudah mendapatkan bantuan, misalnya dari Pemprov DKI, ya sebaiknya bansos sembako ini diberikan ke tetangganya yang belum mendapatkan. Saya juga sampaikan hal ini dalam kunjungan saya ke Jagakarsa," ujar Politisi PDIP ini. 

Berita Terkait : Pantau Panyaluran BST di Semarang, Mensos: Jangan Buat Beli Rokok!

Saat ini, penyaluran bansos Tahap I sudah berjalan. Bantuan akan segera menyusul untuk tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangsel, Depok, serta Bekasi (Bodetabek).

Sebagai bagian dari program jaring pengaman sosial, Kemensos mendistribusikan bansos kepada masyarakat terdampak Covid-19, yakni Sembako Bantuan Presiden dan Bansos Tunai (BST). Bansos Sembako bantuan Presiden mulai disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek pada 20 April. 

Bansos Sembako tersebut menjangkau 1,9 juta keluarga dengan nilai total Rp 600 ribu yang disalurkan dua kali dalam sebulan. Secara keseluruhan, anggaran yang dikeluarkan untuk Bansos Sembako ini sekitar Rp 3,4 triliun.

Berita Terkait : Dapat Bansos Dari Mensos, Rakyat Senang

Sementara BST, menjangkau 9 juta Kepala Keluarga (KK) di luar Jabodetabek yang belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai) dengan nilai yang sama dengan Bansos Sembako, yakni Rp 600 ribu KK per bulan. Baik Bansos Sembako bantuan Presiden maupun BST, disalurkan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.

Kemensos terus mendorong percepatan distribusi bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19. Mensos menginstruksikan kepada jajarannya di Kemensos untuk terus memonitor dan mendorong proses distribusi bantuan hingga diterima masyarakat miskin dan rentan terdampak Covid-19. "Karena mereka dalam kondisi sulit dan saat ini sangat membutuhkan bantuan," imbuh Juliari. [OKT]