Wakili Presiden Jokowi

Ke Ambon, Menperin Serahkan PKH & BPNT

Klik untuk perbesar
Menperin Airlangga Hartarto. (Foto : Kemenperin.go.id)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mewakili Presiden Jokowi menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada warga Kota Ambon, Provinsi Maluku, di Aula Univeristas Pattimura. Menperin minta bantuan itu digunakan untuk pemberdayaan ekonomi.

“Presiden meminta saya untuk turun memantau langsung bagaimana pelaksanaan program pemerintah di lapangan dan sejauh mana program tersebut memberi manfaat sebesar- besarnya bagi rakyat,” kata Menperin, kemarin.

Airlangga mengatakan, Presiden ingin memastikan bansos PKH dan BPNT dapat memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi penerima manfaat. “Artinya, kebutuhan dasar penerima manfaat terpenuhi. Misalnya, akses terhadap sembako murah menjadi terbuka, demikian pula akses terhadap pendidikan bagi anak-anak dan layanan kesehatan,” terangnya.

Melalui bansos PKH, ia berharap bisa terjadi perubahan pola pikir dan perilaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terkait pola hidup sehat, pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik, serta terbukanya kesempatan berusaha untuk menambah pemasukan keluarga.

Ia mencontohkan ibu-ibu penerima PKH dan BPNT di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang telah berhasil mendirikan kelompok- kelompok usaha membuat makanan olahan dari bahan dasar ikan. “Dengan bimbingan dari Pendamping PKH Ibu Ana Luturmas, ibu-ibu belajar membuat nugget ikan, tahu ikan, bakso ikan, dan lain- lain untuk dijual,” tuturnya bangga.

Keterampilan semacam ini, tuturnya, diharapkan dapat menginspirasi para ibu untuk lebih berdaya dengan membuka usaha sendiri. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, peran Pendamping PKH sangat besar dalam mendorong kemandirian KPM.

Pendamping PKH bertugas untuk memberikan pendampingan agar penerima bantuan tepat sasaran dan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. “Mereka secara rutin menyelenggarakan Pertemuan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga untuk melakukan sosialiasi dan edukasi para penerima manfaat. Khususnya, dalam memberikan pemahaman untuk peningkatan kesehatan dan gizi, pendidikan, ekonomi, perlindungan anak dan ke- sejahteraan sosial,” katanya.

Sementara pendamping PKH Kota Ambon, Ana Luturmas mengatakan saat ini ia memiliki wilayah dampingan Desa Amahusu, Desa Nusaniwe, Desa Seilale, dan Desa Latuhalat. Semuanya ada di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Ia mengelola beberapa kelompok. Di mana setiap kelompok beranggotakan 10-15 orang.

Modal berusaha didapat dari swadaya ibu-ibu dnegan cara mena- bung per bulan minimal Rp 5.000. “Uangnya ditabung lalu setelah 6 bulan dibuka untuk modal usaha. Jenis usahanya macam-macam disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan sosial anggota kelompok,” terangnya.

Ia mencontohkan, pada Januari hingga April, hasil tangkapan ikan para nelayan melimpah sehingga ikan-ikan bisa diolah men- jadi nugget ikan dan bakso ikan. Semuanya dibekukan atau disimpan di freezer sehingga tahan lama.

“Sebagian ibu-ibu juga menjahit taplak meja dari kain perca, kainnya dari pakaian bekas. Ada juga yang mengolah limbah minyak kelapa menjadi puding, gula-gula dan sabut kelapa untuk bunga hias,” terangnya. [QAR]

RM Video