Pemerintah Melalui BIN Bersama Gugus Tugas Dan Kemenkes Luncurkan Mobil Laboratorium

Penyebaran Covid-19 Harus Ditutup Rapat

Suasana rapid test dan peluncuran perdana Mobil Laboratorium Covid-19, di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta,  Rabu (6/5). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Suasana rapid test dan peluncuran perdana Mobil Laboratorium Covid-19, di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (6/5). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah secara serius dan konsisten terus melakukan berbagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mulai dari menganjurkan social distancing, physical distancing, memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), melarang mudik, dan lain-lain. Yang terbaru, pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan, meluncurkan Mobil Laboratorium Covid-19.

Ada 4 unit Mobile Laboratorium Covid-19 yang disiapkan dengan kapasitas uji 1.248 sampel perhari. 4 unit Mobil Laboratorium Covid-19 ini disiapkan untuk melakukan sejumlah testing ke daerah Jakarta dan sekitarnya, juga ke provinsi-provinsi lain yang telah menjadi zona merah penyebaran Covid 19 yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali dan Sulawesi Selatan.

Hari pertama peluncuran Mobil Laboratorium Covid-19 itu dilaksanakan Rabu, (6/5) di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta. Dalam peluncuran itu dilakukan juga rapid test ke 509 peserta. Hasilnya: ada 4 orang positif Covid-19.Menurut Sekretaris Utama (Sesma) BiN, Komjen Pol. Bambang Sunarwinowo, aksi jemput bola tersebut merupakan instruksi dari Kepala BiN, Jenderal Pol. (purn) prof. Dr. Budi Gunawan sebagai deteksi lanjutan terhadap penyebaran Covid-19 di indonesia.

Berita Terkait : Istana Prediksi Pertengahan Mei, Pandemi Covid-19 Mulai Kendor

Di peluncuran ini, tentunya tetap melaksanakan protap penanganan Covid19. Para peserta dukuk di kursi yang dibungkus kain putih dan berjarak dengan peserta lainnya. Jaraknya satu meteran. Pesertanya beragam. Di depan peserta berjejer meja-meja. Di meja-meja itu ada petugas berbaju cokelat. Bajunya lengkap sampai menutup kepala. Alat Pelindung Diri (APD) juga dipakai.

Seperti apa pemeriksaannya? Pemeriksaan rapid test lewat Mobil Laboratorium Covid-19 ini dilakukan dengan metode molekuler atau Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi positif atau tidaknya Covid -19 pada seseorang.

PCR test lebih diutamakan bagi Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan orang yang dinyatakan positif Covid-19 melalui rapid test sebagai test lanjutan.

Baca Juga : Biden Didesak Pilih Cawapres Kulit Hitam

Seperti apa Mobil Laboratorium Covid-19 ini? Dilihat dari luarnya, mobil ini biasa-biasa saja. Mobil boks yang sedikit divariasi. Warnanya putih. Ada silvernya juga. Di samping kiri ada logo BIN. Ada juga tulisan Covid-19 Mobile Laboratory yang dihias logo jarum suntik berwarna hitam. Di pojok atas ada juga tulisan kecil: No Covid-19.

Kalau dari luar kelihatan biasa-biasa saja, daleman mobil ini benar-benar keren, hebat dan canggih. Apa kehebatannya? Mobil Laboratirum Covid-19 ini telah memenuhi standar Laboratorium Bio Safety Level Dua untuk melakukan uji bio molekuler melalui swab test dengan PCR sistem.

Apa saja peralatan yang ada di dalam Mobil Laboratrium Covid-19 ini? Peralatan di dalamnya berupa, 1. Bio Safety Cabinet (BSC) yang berfungsi sebagai lemari pengamanan mikro biologis. 2. Cryocube F101h Freezer berperforma tinggi sebagai tempat penyimpanan sampel atau bahan kimia untuk dianalisis. 3. Thermomixer C untuk pemurnian plasmid/RNA dan DNA. 4. Rotor Gene Q atau real time PCR sistem dengan kapasitas 72 tabung dan genesiq Q32. 5. Centrifuge 5424 r dirancang untuk aplikasi penelitian berkapasitas hingga 24 tabung. 6. Micropipet dirancang untuk mengukur volume dan memindahkan cairan atau sampel. Dan, terakhir alat real time PCR yang berfungsi untuk mendeteksi hingga menganalisa data dari sampel.

Baca Juga : Dubes Singapura Rajin Diskusi Virtual, Khawatir Kasus Impor Corona

Selain meluncurkan Mobile Laboratory, BIN juga memiliki alat pendukung lainnya berupa smart helmet. Yaitu, helm thermal KC Wearable (Ket-SI) N901 yang berfungsi sebagai rapid screening yang berguna sebagai pengendali epidemi. Helm thermal ini terbuat dari material berteknologi canggih super titles inframerah termal yang mampu mengukur suhu tubuh secara akurat dan mendeteksi derma tanpa kontak langsung. Sehingga penggunaan helm thermal ini dapat dengan mudah membantu dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dengan adanya Mobil Laboratorium Covid-19 dan helm thermal ini, BIN turut mendukung dan berharap mata rantai penyebaran Covid-19 di indonesia bisa ditekan dan diputus. Amin. [TIM]