Dua Warga Gowa Sulsel Kembalikan Sembako

Warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengembalikan paket bantuan sembilan bahan pokok yang diterimanya karena bantuan lainnya dari Kemensos sudah diterima. 
Klik untuk perbesar
Warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengembalikan paket bantuan sembilan bahan pokok yang diterimanya karena bantuan lainnya dari Kemensos sudah diterima. 

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengembalikan paket bantuan sembilan bahan pokok yang diterimanya karena bantuan lainnya dari Kementerian Sosial sudah diterima. 

Warga Dusun Bontocinde, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga itu mengembalikan sembako pandemi tersebut, agar bantuan itu diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak corona.

"Banyak orang sekarang tidak kerja karena pandemi corona, dan mereka itu berhak dapat bantuan sembako. Kalau saya sudah dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Irma, salah satu ibu rumah tangga ini.

Ia mengatakan, bantuan rutin yang diterimanya yakni PKH dari Kementerian Sosial. Bantuan PKH yang diterimanya secara reguler sudah cukup membantu kebutuhan keluarganya.

Berita Terkait : Mahfud: Satgas Saber Pungli Awasi Pembagian Bantuan Sosial

Dia mengaku, menerima bantuan tersebut selama tiga kali. Yaitu pada bulan pertama atau Februari 2020 dirinya mendapat Rp300.000. Kemudian di bulan kedua mendapat Rp400.000 dan pada bulan ketiga mendapat Rp150.000.

"Suami saya bilang kalau sudah dapat bantuan PKH tidak bisa lagi dapat bantuan lainnya. Karena tidak boleh mendapat dua bantuan, makanya saya kembalikan. Saya juga takut, nanti tidak halal, tidak berkah," katanya.

Warga lainnya yang mengembalikan paket sembakonya yakni Daeng Saralia warga Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna Kecamatan Parangloe.

Mereka mengembalikan bantuan sembakonya karena mengetahui banyaknya warga lainnya yang terdampak virus Covid-19 ini.

Berita Terkait : Bantu Warga Rentan, Pertamina Bagikan 5.000 Sembako di 5 Provinsi

Sekretaris Camat Pallangga, Syahrial mengapresiasi keputusan yang dilakukan oleh warganya tersebut. 

Ia pun telah melaporkan hal tersebut ke Camat Pallangga untuk diteruskan ke Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

"Bapak Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Irma, beliau pun mengarahkan kami untuk memberikan perhatian kepada ibu ini secara pribadi karena kejujurannya," katanya.

Senada diungkapkan Camat Pallangga, Taufik M Akib. Keputusan mengembalikan sembako dianggap sebuah kejujuran.

Baca Juga : Khofifah Minta Malang Raya Terapkan PSBB

Apalagi menurut Taufik, warganya tergolong masyarakat prasejahtera tetapi rela mengembalikan bantuan sembako dari pemerintah untuk diserahkan kembali ke masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Ini merupakan contoh yang patut diteladani bagi kita semua untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan, menolong orang yang dalam kesusahan. Apalagi di bulan suci Ramadhan, terlebih lagi di tengah pandemi," ucapnya.[KPJ]