RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dipimpin Siti Nurbaya selalu memperhatikan kondisi kesehatan para personil Manggala Agni dalam melaksanakan tugas pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), pada masa Pandemi.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), KLHK, Ruandha Agung Sugardiman menerangkan, bahwa KLHK menyiapkan sejumlah prosedur dalam menjaga kesehatan para personil Manggala Agni. 

Ruandha menjelaskan, bahwa dalam pengaturan sistem kerja Manggala Agni, dibuat pengaturan jadwal piket di Daerah Operasi (Daops) maksimal 1 regu (15 orang) dan di Pondok Kerja/Posko maksimal 5 orang. 

Waktu kerja dan pengaturan lokasi posko/pondok kerja memperhatikan situasi dengan mewaspadai wilayah yang terdapat warga dengan status ODP/PDP. 

Berita Terkait : Petugas Akan Lebih Agresif Gelar Razia Pengawasan PSBB

Dalam hal ini, Ruandha juga mengingatkan para personil Manggala Agni untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan tempat kerja. 

Disiplin akan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, membekali diri dengan hand sanitizer dan masker, serta membersihkan diri/mandi setelah kembali berkegiatan di luar rumah.

"Personil Manggala Agni juga harus menerapkan physical distancing, melakukan kegiatan yang tidak melibatkan kerumunan massa dan memperhatikan jaga jarak. Serta menyampaikan laporan kesehatan masing-masing personil Manggala Agni secara rutin sebagai media pemantauan", jelas Ruandha. 

Selain melaksanakan tugas pokoknya, personil Manggala Agni juga aktif berperan serta mendukung upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungannya.

Berita Terkait : Airlangga: Calon dari Golkar Harus Jadi Panutan Dalam Disiplin Protokol Kesehatan

Direktur Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan, KLHK, Basar Manullang melaporkan beberapa kegiatan Manggala Agni dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. 

Kegiatan tersebut di antaranya adalah memberikan bantuan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, serta melakukan  penyemprotan cairan desinfektan secara rutin pada area area publik.

Menurut Basar, desinfektan ini menggunakan bahan cuka kayu hasil produksi Manggala Agni Daops yang telah teruji efektifitasnya. Para personil juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan penyebaran Covid -19 dengan tetap menerapkan physical distancing.

Personil Manggala Agni dalam melakukan sosialisasi mandiri pengendalian karhutla diwajibkan menghindari kegiatan yang mengakibatkan kerumunan banyak orang. 
Dalam melakukan komunikasi dengan anggota masyarakat lainnya lakukan dengan menjaga jarak, direkomendasikan jarak aman 1-2 m, atau dengan menggunakan alat komunikasi jarak jauh.

Berita Terkait : Manggala Agni KLHK Sukses Jinakan Api Di Jawa Timur

Kemudian, dalam penyampaikan peringatan dini karhutla, dapat dilakukan dengan menggunakan mobil/motor penyuluhan karhutla yang dilengkapi pengeras suara. Para personil Manggala Agni juga harus menjaga kesehatan, mandi, ganti baju dan istirahat yang cukup, konsumsi makan-makanan yang banyak mengandung vitamin.

Setiap selesai melaksanakan kegiatan, Manggala Agni wajib melaporkan kegiatan pencegahan secara berjenjang, serta membuat dokumentasi kegiatan. [FIK]