RMco.id  Rakyat Merdeka - Kesibukan Presiden Jokowi menangani pandemi corona tambah lagi. Selain pimpin rapat secara virtual, belakangan Jokowi mulai hobi lagi blusukan dan bagi-bagi sembako. Publik menanggapi positif kegiatan Jokowi yang berani keluar istana di kala wabah corona mengintai. Di sisi lain, publik juga kangen kapan Wapres Kiai Ma’ruf Amin ikut turun ke lapangan. Tercatat sudah tiga kali Jokowi blusukan ke rumah warga sambil bagi sembako.

Kemarin, Jokowi datang ke perkampungan padat penduduk di wilayah Johar Baru, Jakarta. “Pagi ini saya ingin memastikan penyaluran sembako, khususnya di Jabodetabek, dan tadi saya melihat masyarakat sudah menerima bantuan Kesatu sudah menerima, kedua sudah menerima kemarin, serta hari ini bantuan ketiga sudah diterima,” kata Jokowi.

“Sudah yang ketiga dan kita harapkan menjadi cepat dan lebih lancar lagi,” sambungnya.

Dalam blusukan ini, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Sosial Juliari Batubara.

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Beda dengan presiden, Wapres Ma’ruf Amin memilih kerja di belakang layar. Sejak wabah virus corona menyerang, Ma’ruf memang jarang nongol. Tak heran, pada 11 Maret lalu, muncul hastag #MarufAmin ngapain berada di urutan yang sempat trending topic di twitter.

Selama bulan ramadhan, Ma’ruf tercatat hanya sesekali saja nongol. Itu pun tampil secara virtual dan tidak turun ke lapangan. Bulan ini saja, Ketua Umum MUI nonaktif itu baru tiga kali menyapa rakyat, itu pun lagi-lagi secara virtual. Pertama, pada 4 Mei lalu lewat rekaman video, Ma’ruf menjalankan perannya sebagai Wapres sekaligus ahli agama. Kala itu Ma’ruf mengajak umat Islam memperbanyak doa, istighfar, dan membaca Al-Qur’an.

“Masyarakat muslim dapat memanfaatkan waktu lebih banyak untuk memanjatkan doa kepada Allah. Ini saat-saat yang baik, kita harus di rumah, manfaatkan dengan banyak berdoa, beristighfar dan membaca alQuran,” ujar Ma’ruf.

Kedua, pada 10 Mei, Ma’ruf memberikan pencerahan perihal membangun kembali peradaban Islam pasca pandemi. Terakhir, Ma’ruf meramaikan konser virtual ‘Bersatu Melawan Corona’ yang dihelat pada Minggu (17/5).

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

Dia memohon kepada Sang Maha Kuasa agar tidak memberi beban yang tak terpikulkan oleh bangsa Indonesia. “Ya Allah jangan engkau bebankan kepada kami beban yang tak terpikulkan kepada kami karena itu kami berdoa kepada engkau,” ujar Ma’ruf.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin berpendapat, sebagai orang nomor dua di Indonesia, Wapres harusnya bisa bersama-sama Presiden menyapa rakyat. Semisal bagi-bagi sembako dan kegiatan positif lainnya. “Jangan hanya ketika kampanye dalam Pilpres saja selalu berdua dan bersama. Saat ini pun kebersaman Presiden dan Wapres di muka publik itu menjadi penting,” papar Ujang ke pada Rakyat Merdeka, semalam.

Kalau keduanya sering turun bersama, maka rakyat akan melihatnya sebagai pemimpin yang peduli atas penderitaan rakyat. Namun, jika jalan masing-masing, yang satu ke kanan dan yang satu ke kiri, maka publik tentu akan bertanya-tanya dimanakah kebersamaan keduanya.

Juru Bicara Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi menjelaskan soal peran Wapres. Menurutnya, Wapres tak perlu turun ke lapangan karena faktor usia dan kondisi fisik tak sesegar saat masih muda. Hal ini yang membedakan antara Wapres Ma’ruf dan Presiden Jokowi yang terbilang masih muda.

Baca Juga : Hakekat Pamong Dan Prajurit

“Memang tidak ada niat turun ke lapangan, namun tetap bekerja seperti biasa dari pagi hingga sore. Bekerja full di ratas dan rapat kabinet tapi tidak pernah turun ke lapangan. Jadi cukup Pak Jokowi yang turun ke lapangan,” tegas Masduki saat dikontak Rakyat Merdeka, semalam.

Ada berbagai cara Wapres menyapa rakyat tanpa harus turun ke lapangan. kata Masduki, sesuai protokol kesehatan, kalau turun ke lapangan harus dibatasi. Apalagi di kondisi pandemi seperti sekarang ini. “Ada komitmen antara Pak Wapres dan dokter sebaiknya dengan usia 77 walaupun sehat, setiap hari olahraga, tapi harus tetap dijaga (dari pandemi). Tidak bisa turun ke lapangan seperti Pak Jokowi yang begitu gesit karena usianya berbeda dengan Pak Wapres,” bebernya.

Ketika ditanyakan apakah Wapres khawatir terpapar corona jika menyapa rakyat secara langsung, Masduki membantahnya. “Tidak ada persoalan itu. Tapi memang berbeda saja kehidupannya karena sekarang harus mengubah dan menunjukkan kepada rakyat harus pyshical distancing, yang sekarang jadi problem kedisiplinan,” tukasnya.

Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari setuju dengan pernyataan Masduki. Menurutnya, turun ke lapangan bukanlah gaya Wapres. [UMM]