Kemenhub Prediksi Volume Kendaraan Menuju Gerbang Tol Cikarang Barat Meningkat Hari Ini

Pengawasan check point di kawasan Lampiri, Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (22/5)/ Foto: TMC Polda Metro Jaya
Klik untuk perbesar
Pengawasan check point di kawasan Lampiri, Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (22/5)/ Foto: TMC Polda Metro Jaya

RMco.id  Rakyat Merdeka - Keinginan warga Jakarta untuk mudik masih tinggi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah kendaraan yang akan mencoba meninggalkan Jakarta makin ramai.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menilai, volume kendaraan terutama yang menuju Gerbang Tol Cikarang Barat bisa jadi akan meningkat hari ini.

“Diperkirakan mulai tadi malam hingga hari ini lebih berat untuk kendaraan-kendaraan yang diminta putar balik," katanya di Jakarta, Jumat (22/5).

Budi menuturkan, peningkatan arus lalu lintas kendaraan ini terjadi mendekati Idul Fitri karena masyarakat masih banyak yang mencoba pulang ke kampung di masa pelarangan mudik. Kondisi ini diperkirakan terus berlangsung hingga 25 Mei 2020.

Berita Terkait : Ini Penjelasan Kemenhub Soal Pesawat Cessna yang Jatuh di Danau Sentani, Papua

Budi mengaku terus mengawasi pergerakan tersebut. Salah satunya melakukan pengawasan lebih ketat. Kemenhub bersama Polri menambah jumlah petugas yang berjaga di lapangan.

Selain itu, kata Budi, Kemenhub juga telah menyiapkan tiga fase pengetatan pengawasan di jalur darat, yaitu jalan tol, jalan arteri, hingga jalan tikus untuk mencegah terjadinya mudik menjelang Idul Fitri. Dari masing-masing fase, Kemenhub akan menambah jumlah personel yang berjaga di titik-titik cek poin.

Menurut Budi, fase pertama adalah fase antisipasi. Fase ini dilakukan hingga 23 Mei 2020 dengan penguatan tim yang berjaga pada posko di semua jalan.

Selama fase itu dijalankan, petugas lapangan akan menegakkan larangan mudik seperti yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Berita Terkait : Tindaklanjuti SE Gugus Tugas, Kemenhub Terbitkan Pertunjuk Operasional Transportasi

Penindakan dilakukan untuk mobil pribadi, travel dan bus. Sementara, armada yang membawa angkutan khusus atau penumpang dengan kriteria non-mudik, seperti petugas medis, pegawai yang melakukan perjalanan dinas hingga WNI repatriasi akan ditandai dengan stiker khusus.

Fase kedua dilakukan hari pertama dan kedua Lebaran, yakni 24 hingga 25 Mei 2020. Pada fase ini, Kemenhub akan melakukan penyekatan untuk rute-rute pendek, seperti Jakarta-Bandung, Jakarta-Cirebon dan Jakarta-Kuningan.

Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya aktivitas mudik dari Jabodetabek ke provinsi-provinsi sekitarnya atau non-wilayah aglomerasi.

Kemudian fase ketiga, pasca Lebaran, pengetatan pengawasan dikonsentrasikan untuk kendaraan yang bakal masuk ke Jabodetabek.

Berita Terkait : Di Jakarta, Terminal Yang Layani Penumpang AKAP, Hanya Pulogebang

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sejak H-7 hingga H-4 atau Rabu (20/5), sudah ada sekitar 306.682 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah timur, barat dan selatan. Namun, arus lalu lintas ini tercatat menurun 59 persen di periode Lebaran tahun lalu. [KPJ]