RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah dua bulan lebih masyarakat mengurung diri akibat wabah Covid-19. Segala hal dilakukan di rumah. Ibadah, kerja, dan belajar di rumah. Kondisi ini tentu membuat bosan. Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin pun sudah rindu masjid. Sedangkan rakyat, kelihatannya sudah gak sabar nongkrong di mall.

Kabar Presiden dan Wapres rindu masjid disampaikan Menteri Agama, Facrul Razi. "Memang semua kita, termasuk Bapak Presiden dan Bapak Wapres sepakat, kita sudah rindu untuk kembali kepada rumah ibadah masing-masing," kata Fachrul usai Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) lewat video konferensi dengan Presiden Jokowi dari Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Untuk itu, Kementerian Agama berencana membuka rumah ibadah secara bertahap. Mantan Wakil Panglima TNI ini menyebutkan, setidaknya ada 5 manfaat jika rumah ibadah dibuka kembali. "Satu, menjawab kerinduan kita semua, kerinduan umat kepada rumah ibadah. Sudah rindu sekali kita pada rumah ibadah," sebutnya.

Baca Juga : Bioskop Jadi Dibuka Lagi, Kapasitasnya 25 Persen

Kedua, untuk meningkatkan perolehan pahala dengan beribadah secara jamaah. Ketiga, meningkatkan upaya spiritual. Upaya spiritual ini, menurut Fachrul, perlu dikuatkan. Karena upaya lahir saja sebagaimana yang sudah dilakukan pemerintah maupun masyarakat selama ini tidak cukup untuk mengatasi pandemi Covid-19. "Karena yang berwenang mencabut penyakit itu kan hanya Tuhan," ucapnya.

Keempat, memberikan reward kepada daerah yang sudah berhasil menekan angka Covid-19. Kelima, memberi ketenangan batin kepada seluruh rakyat Indonesia, yang pada dasarnya sangat agamis. "Kalau kita ke rumah ibadah, ke masjid rasanya tenang gitu," imbuh menteri asal Aceh itu.

Namun, pembukaan rumah ibadah, terang dia, tidak bisa dilakukan secara serampangan tanpa seizin camat. Camat selaku yang mengeluarkan izin juga harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Bupati atau Wali Kota. Karena parameternya harus merujuk pada laju reproduksi virus (R0) dan jumlah reproduksi kasus (RT) di tingkat kabupaten kota.

Baca Juga : Soksi Dukung UU Ciptaker

Sekjen MUI, Anwar Abbas secara pribadi setuju dengan recana pembukaan kembali masjid-masjid secara bertahap. Anwar menjelaskan, fatwa MUI tentang penyelenggaraan ibadah di tengah pandemi Covid-19 yang diterbitkan di awal-awal wabah merebak, kondisinya sudah berbeda dengan saat ini. Sebelumnya banyak negara masih gagap dengan karakteristik dan cara menghadapi Covid-19, saat ini sudah banyak referensi dan teknologi yang bisa digunakan untuk mengantisipasinya.

Karena itu, tidak ada salahnya jika salat berjamaah bisa kembali digelar di masjid dengan protokol kesehatan yang ada jika penyebaran Covid-19 di suatu daerah sudah terkendali. Menurutnya, ibadah juga menjadi faktor penting dalam melawan corona. "Kalau hati kita tenang dan jiwa kita gembira, itu imunitas kita meningkat. Pasrah kepada Tuhan," kata Anwar kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Tak hanya kangen masjid, banyak juga masyarakat yang sudah tidak sabaran ingin "nge-mall" lagi. Khususnya di Jakarta. Sebab, masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berakhir pada 4 Juni mendatang.

Baca Juga : Menpora Puji Airlangga Hartarto Gelar Kejuaraan Wushu Virtual Saat Pandemi Corona

"Ndeh pengen nongkrong di mall," tulis @wndhell di Twitter. "Gak terasa sudah 2 bulan lebih mall di Tangerang tutup. Kangen ngemall tiap hari. Kangen nongkrong di starb***. Kangen hunting barang promo. Kangen hunting makanan promo pake ovo/gopay/dana/shopeepay. Kangen cuci mata di tempat gym. Kangen liat live show di dalam sauna gym," curhat @Louis_Lie_.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyampaikan, sudah ada 73 mal atau pusat perbelanjaan yang akan kembali beroperasi mulai Jumat (5/6) dan Senin (8/6). Kendati demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah kabar tersebut. Sebab, ada kemungkinan masa PSBB diperpanjang. "Yang mengatakan mal akan buka tanggal 5 Juni itu imajinasi, itu fiksi," ujar Anies, di Km 47 Tol Jakarta-Cikampek, Selasa (26/5). [SAR]