RMco.id  Rakyat Merdeka - Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal menggelar lomba inovasi bagi pemerintah daerah dalam mendorong aktivitas kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, atau yang disebut kehidupan normal baru alias the new normal. Rencana itu muncul setelah BPP Kemendagri melakukan rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. 

Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Matheos Tan, mengatakan, kegiatan ini untuk mendorong gerakan nasional dalam membuat dan melaksanakan protokol kesehataan Covid-19 oleh pemerintah daerah. Dengan begitu, masyarakat dapat kembali produktif, sehingga roda perekonomian seperti aktivitas perdagangan kembali berjalan. Selain itu, hal ini sebagai prasyarat dalam membuat simulasi secara masif oleh pemerintah daerah dalam menghadapi kehidupan normal baru. 

Berita Terkait : Kementan Bangun Ketahanan Pangan Melalui Pola Integrated Farming

"Lomba ini juga untuk mendorong langkah pemangku kepentingan yang belum menerapkan aturan agar segera berinovasi dan beradaptasi. Di sisi lain, gelaran ini untuk menilai pencegahan Covid-19 melalui protokol dibuat pemerintah daerah. Peserta dari lomba ini terdiri dari seluruh pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota, termasuk daerah tertinggal atau perbatasan," kata Matheos, Kamis (28/5).

Bentuk dari inovasi yang dinilai terbagi 7 kategori dengan pengelolaannya menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Yaitu pengelolaan pasar tradisional, mal, sekolah, restoran, hotel, tempat wisata, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ke-7 kategori ini dapat diikuti pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota, termasuk daerah tertinggal/perbatasan sesuai dengan kondisinya masing-masing. “Peringkatnya nanti terbagi satu, dua, dan tiga,” ujar Matheos.

Berita Terkait : Graha Mitra 46 dan BZ Group Gelar Simulasi Pernikahan New Normal

Secara garis besar, penilaian lomba inovasi ini meliputi proposal ide inovasi, standar operasional atau prosedural petunjuk dan teknis, serta video inovasi berdurasi 5 sampai 15 menit yang sudah terunggah ke dalam sistem penilaian berbasis website. Selain itu, penilaian ini menekankan pada inovasi yang dapat diamati, ditiru, dan  dimodifikasi, baik sebagian atau seutuhnya. “Jadi nanti bisa direplikasikan ke daerah lain,” tutur Matheos.

Tim penilai lomba ini terdiri dari berbagai pihak, di antaranya Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Matheos menuturkan, untuk sosialisasi kepada pemerintah daerah bakal dilakukan pada 5 Juni yang disampaikan langsung oleh Mendagri melalui video konferensi dengan melibatkan kepala daerah. Terkait jadwal pelaksanaan, rencananya lomba ini akan berlangsung mulai dari 8 Juni dan diumumkan pada 28 Juni 2020. [DIR]