Sempat Mati Suri

Proyek Sejuta Rumah Kembali Hidup Di Era Kenormalan Baru

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali membangun Program Sejuta Rumah (PSR) yang sempat terganggu lantaran Covid-19. (Foto : dok PUPR)
Klik untuk perbesar
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali membangun Program Sejuta Rumah (PSR) yang sempat terganggu lantaran Covid-19. (Foto : dok PUPR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pelaksanaan kehidupan the new normal atau kenormalan baru yang akan dilaksanakan pemerintah membawa harapan baru bagi Program Sejuta Rumah (PSR).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimis kenormalan baru akan kembali menggerakkan program yang sempat mati suri akibat pandemi virus corona. “Kami berharap dengan kenormalan baru ini pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah dapat berjalan kembali,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, kemarin.

Dikatakannya, pegawai di Ditjen Perumahan baik di pusat dan daerah akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan dalam menjalankan PSR di era kenormalan baru.

Khalawi mengatakan, program pembangunan perumahan ini bisa dilanjutkan setelah Kementerian PUPR telah mengeluarkan Instruksi Menteri PUPR dan Surat Edaran untuk pelaksanaan kegiatan perumahan di daerah.

Berita Terkait : Tolong Dievaluasi Lagi, Penggunaan Sepeda Motor Di Era New Normal

Untuk mendukung pelaksanaan kenormalan baru di sektor perumahan, sambung Khalawi, Ditjen Perumahan juga akan mengoptimalkan Program Padat Karya yakni melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) untuk perumahan bersubsidi.

“Program Padat Karya Bidang Perumahan dalam masa pandemi virus corona ini merupakan salah satu hal yang dapat membangkitkan masyarakat dan mendorong perputaran uang di masyarakat,” kata dia.

Sebagai contoh, program bantuan PSU masuk dalam konsep pada karya dengan mengacu protokol Covid-19 maksimal satu kelompok kerja lima orang.

“Mitra kerja seperti pengembang juga siap untuk membantu pemerintah untuk memberikan lapangan kerja dan menampung masyarakat yang terkena PHK agar bisa jadi tenaga padat karya,” ujarnya.

Baca Juga : Politisi Muda Hanura Sedih Hotel Dan Pariwisata Anjlok

Khalawi juga berharap ke Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di provinsi untuk dapat mengoptimalkan peran Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di daerah masing- masing, sehingga pengawasan teknis dan kesehatan para petugas tetap terjaga dengan baik.

“Adanya BSPS dengan total bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya senilai Rp 17,5 juta dan PB dengan nilai Rp 35 juta dengan pola padat karya maka pemilik rumah atau penerima bantuan bisa mendapatkan upah untuk menambah penghasilannya. Sedangkan dalam program pembangunan PSU pengembang dapat melibatkan masyarakat untuk bekerja dalam pelaksanaan pembangunan,” tandasnya.

Seperti diketahui, capaian pembangunan rumah untuk masyarakat yang ada di dalam Program Sejuta Rumah per 11 Mei 2020 baru mencapai 215.662 unit.

Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, persentase capaian Program Sejuta Rumah masih diprioritaskan untuk pembangunan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yakni 79 persen.

Baca Juga : Pemudik Mau Pulang Ke Jakarta Dihadang Petugas Di Sana Sini

Adapun realisasi pembangunan rumah berasal dari kementerian/lembaga di luar Kementerian PUPR sebanyak 50.863 unit, Pemerintah daerah sebanyak 1.521 unit, rumah tapak yang dibangun oleh pengembang sebanyak 116.933 unit.

Sedangkan pembangunan rumah untuk non MBR sebanyak 21 persen yang berasal dari pembangunan rumah tapak oleh pengembang sebanyak 42.884 unit dan rumah susun sebanyak 3.461 unit. [NOV]