Pelan-pelan, Pariwisata Dipulihkan

The New Normal, Bandara I Gusti Ngurah Rai Perketat Syarat Masuk Bali

Pelan-pelan, Pariwisata Dipulihkan The New Normal, Bandara I Gusti Ngurah Rai Perketat Syarat Masuk Bali
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempersiapkan era new normal alias kenormalan baru di beberapa bandara. Salah satunya, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Kemenhub bakal memberikan syarat ketat bagi penumpang pesawat, dari dan menuju Bali.

Berita Terkait : AP I Buka Seleksi Mitra Usaha Fase Pertama Bandara I Gusti Ngurah Rai

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, di era kenormalan baru, penumpang yang akan masuk ke Bali melalui Bandara International I Gusti Ngurah Rai wajib memiliki surat keterangan negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Novie menjelaskan, sejumlah pintu masuk menuju Bali, termasuk bandara telah diperketat. Upaya tersebut dilakukan sebagai persiapan untuk memasuki era kenormalan baru.

Berita Terkait : Bandara I Gusti Ngurah Rai Layani Pemulangan 4.960 Pekerja Migran Indonesia

Kemenhub juga memastikan operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020. Beleid itu mengatur tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 H.

Pada masa kenormalan baru di Bali, setiap calon penumpang pesawat udara wajib memenuhi seluruh persyaratan yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kewajiban itu tertuang dalam Surat Edaran No 5 Tahun 2020 tentang tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Baca Juga : AirAsia Siap Mengudara Lagi Per 8 Juni

Selain itu, Novie mengaku juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar. Dalam pertemuan tersebut, Kemenhub mendukung keinginan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mengembalikan potensi pariwisata dan perekonomian di Bali. Dengan mengedepankan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19 dalam kegiatan pelayanan jasa transportasi. Baik moda darat, laut dan udara.

“Kami berharap, penerapan PM 25 Tahun 2020 dapat diterapkan. Kami juga mengimbau para penumpang untuk mematuhi seluruh persyaratan yang diatur dalam SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," tutup Novie. [KPJ]