RMco.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia, Kim-Chang Beom mengapresiasi penanganan Covid-19 di Indonesia. Dia juga mengungkapkan keyakinannya Indonesia dapat menyelenggarakan pilkada serentak 9 Desember 2020 seperti Korea Selatan yang juga sukses menggelar pemilu legislatif di saat pandemi corona, 15 April 2020.

Hal itu disampaikan Dubes Kim saat berbincang dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, ketika melakukan courtesy visit ke kantor Kemendagri, di Jakarta, kemarin. Pertemuan penuh persahabatan dan keramah-tamahan itu berlangsung di ruang kerja Mendagri selama sekitar 1,5 jam.

Turut mendampingi Mendagri adalah Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, PlT Dirjen Polpum Bachtiar, PlT Dirjen Keuangan Daerah M Ardian Novrianto, Kabiro Fasker Nelson Simanjuntak dan Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Massa Kastorius Sinaga.

Berita Terkait : Tito Warning Kepala Daerah Tak Salah Gunakan Bansos Untuk Pilkada

Pada kesempatan itu, Mendagri menanyakan pengalaman Korea Selatan menghadapi pihak-pihak yang menyuarakan penundaan pemilu di Negeri Ginseng tersebut, dan bagaimana sikap pemerintah menyikapinya.

Atas pertanyaan tersebut, Dubes Kim mengatakan, suara yang ingin menunda atau membatalkan pemilu tergolong kecil, sedangkan yang dominan adalah suara masyarakat yang tidak ingin kehilangan hak politik untuk memilih, di samping ingin melihat kemampuan National Election Commission melaksanakan tugasnya disertai protokol kesehatan yang ketat.

Kepada Mendagri, Dubes Kim juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia di bawah kepemimpinana Presiden Joko Widodo yang telah berupaya mengendalikan pandemi Covid-19 dengan baik.

Berita Terkait : Menteri Tito Dorong Pemda Cairkan Dana Pilkada

Dubes Kim menyebut, bila dibandingkan antara jumlah populasi Indonesia yang merupakan keempat terbesar di dunia dengan jumlah penyebaran infeksi Covid-19 yang relatif rendah, yang dicapai oleh Indonesia ini merupakan hasil kerja keras yang patut mendapat diapresiasi.

Sebagaimana diketahui, Korea Selatan telah berhasil melaksanakan pemilu legislatif pada 15 april lalu yang oleh dunia internasional dipuji karena dapat berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Keberhasilan negara tersebut ditandai oleh angka partisipasi pemilih yang mencapai 62,2 persen, tertinggi sejak tahun 1992. Tingkat partisipasi ini naik dibanding pemilu sebelumnya yang hanya 54 persen. Juga tidak ada laporan peningkatan penyebaran Covid-19 yang bersumber dari pelaksanaan pemilu.

Berita Terkait : Mendagri Tawarkan Empat Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan

Tentang hal tersebut, Dubes Kim senang dapat berbagi pengalaman dengan Indonesia yang akan melakukan pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Dubes Kim meyakini Indonesia dapat menyeleggarakan pilkada tahun ini berdasarkan pemahamannya bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pemerintah menjalin kerjasama yang baik untuk mengupayakan keberhasilannya.

Dubes Kim menekankan pentingnya sosialisasi protokol kesehatan secara massif oleh penyelenggara pemilu, seperti disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, tidak berjabat tangan dan menghindari kerumunan. [QAR]