Gap Pendidikan Jawa & Luar Jawa Terlalu Lebar

Klik untuk perbesar
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengkritik kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia, yang dinilai kurang baik. (Foto: IG @jusufkalla)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengkritik kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia, yang dinilai kurang baik. Hal itu sangat memengaruhi hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dari 1,8 juta orang yang ikut ujian, yang lulus hanya delapan persen atau kurang dari 100 ribu orang. Padahal yang dibutuhkan ada 200 ribu.

“Jurang perbedaan kualitas pendidikan itu tampak dalam hasil tes CPNS. Di mana terjadi perbedaan antara yang terbaik dan yang di belakang. Artinya tingkat pendidikan kita mengalami Dia menambahkan, ada yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan di Indonesia. Perbaikan bukan terletak pada infrastuktur, namun dari sisi sumber daya manusianya gap yang besar antara Jawa dan luar Jawa. Walau kita selalu berusaha tingkatkan itu,” kata JK, di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, ada yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan di Indonesia. Perbaikan bukan terletak pada infrastuktur, namun dari sisi sumber daya manusianya. “Berarti upaya kita untuk mengikuti bukan hanya membeli teknologinya, tapi bagaimana mendidik orang dengan betul mengikuti masa mendatang,” ujar JK.

Dia menguraikan, berdasar laporan dari Kementerian PAN-RB, dari 4 juta yang melamar, yang sesuai administrasi ikut ujian 1,8 juta orang. Dari total itu hanya 8 persen yang bisa lulus. “Delapan persen itu kurang dari 100 ribu orang, padahal yang dibutuhkan ada 200 ribu,” jelasnya. Tahun ini, pemerintah memerlukan 238 ribu orang untuk mengisi posisi PNS, baik untuk formasi pusat maupun daerah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin menegaskan, panitia seleksi nasional (Panselnas) sedang mencari solusi terkait banyaknya peserta CPNS 2018 yang tak lolos dalam tahap seleksi kompetensi dasar (SKD). “Rumusan Panselnas diharapkan bisa menyeimbangkan kualitas seleksi yang dihasilkan serta target 238 ribu formasi CPNS 2018 bisa terpenuhi dengan baik,” kata Syafruddin.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah melakukan upaya pemerataan pendidikan yang berkualitas di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) dengan berbagai aktivasi. Antara lain adalah media kemanfaatan yang berbasis online (daring), media perangkat TIK, dan memberikan pelajaran untuk guru yang mengajar di sekolah-sekolah khusus.

“Di Papua, di Maluku Utara. Kalau pendekatan itu tidak segera diubah di sektor pendidikan, maka kita tidak akan mungkin segera menciptakan pemerataan yang berkualitas. Kita merata sudah, tapi kualitasnya yang belum merata. Tidak hanya merata akses tapi kualitasnya,” ujarnya. [DIR]

RM Video