Kasus Suap Proyek SPAM

37 Pejabat PUPR Kembalikan Uang Miliaran Rupiah Ke KPK

Klik untuk perbesar
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat. (Foto: Setkab)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 37 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembalikan uang dugaan suap ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sampai saat ini, 37 orang PPK di Kementerian PUPR yang memegang proyek SPAM di sejumlah daerah, telah mengembalikan uang secara bertahap ke KPK,” ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (19/2).

Febri mengatakan, komisi antirasuah telah menerima pengembalian uang sebesar Rp 14,8 miliar, 128.500 ribu dolar AS, dan 28.100 ribu dolar Singapura dari 37 PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Kementerian PUPR.

Berita Terkait : Rommy Diangkut Ke KPK Pakai Pesawat

"Diduga aliran dana tersebut terjadi di lebih dari 36 proyek SPAM di beberapa daerah. KPK terus mendalami indikasi suap terkait proyek-proyek air minum ini,” tegas eks aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.

KPK menduga masih ada penerimaan-penerimaan lainnya terkait proyek SPAM di daerah. Febri pun mengimbau pejabat lain yang menerima uang suap, agar lekas mengembalikannya ke KPK.

“KPK menduga masih ada penerimaan lain yang diterima pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek ini. Oleh karena itu, kami imbau agar pihak lain yang pernah menerima uang terkait kasus ini dapat bersikap koperatif mengembalikan uang ke KPK,” himbau Febri. ‎

Berita Terkait : 2 Pejabat PUPR Kembalikan Duit Rp 650 Juta Ke KPK

Ditambahkan Febri, penyidik juga telah mengonfirmasi terkait penerimaan-penerimaan lainnya ke sejumlah saksi dari pejabat PUPR. Ada delapan saksi pejabat PUPR yang diperiksa terkait aliran dana tersebut, pada hari ini, Selasa (19/2). 

Delapan saksi tersebut adalah Hanny Mayana, PPK Gorontalo Rino Putra Catur Pamungkas, PPK Sulawesi Utara Hario Pamungkas, Kasatker PSPAM Riau Sahta Bangun, Kasatker PSPAM Kepulauan Riau Farid Sudibyo, PPK Sumsel Khoirul Hakim serta Kadis PU Pemprov Kalbar Bride Suryanus Alorante. 

‎"KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan pekerjaan proyek dan aliran dana yang diketahui para saksi‎,” ungkap Febri.
 Selanjutnya 

RM Video