Jokowi Sidak Ke Kampung Nelayan, Ganjar Pranowo Kecolongan

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (duduk, kanan) berbincang dengan masyarakat kampung nelayan di Tambak Lorok, Semarang, 2 Februari 2019. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam debat capres ke-2, Jokowi cerita pengalamannya mengunjungi kampung nelayan di Semarang, malam-malam sendirian, 2 Februari lalu. Kunjungan itu untuk memastikan langsung program pemerintah untuk nelayan, sudah berjalan atau tidak. Menanggapi cerita itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku kecolongan. 

Ganjar membenarkan sidak Jokowi malam-malam ini. Ia juga tak menduga Jokowi berkunjung ke tempat yang berlokasi di kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang. "Siangnya itu sama saya, lalu malamnya beliau keluar begitu dan baru paginya kita tahu. Pak Jokowi tidak cerita apa apa," kata Ganjar di sela-sela kunjungannya di Makassar, Selasa (19/2).

Berita Terkait : Rampungkan Pemeriksaan Soal e- KTP, Ganjar Bilang Nggak Ada Yang Baru


Ganjar menceritakan, Jokowi memiliki program perbaikan kampung nelayan di wilayah Tambak Lorok. Program itu sudah lama ingin dilihat dan ditinjau langsung oleh Jokowi. "Beliau sudah berkali-kali ingin menengok, tapi tidak ada kesempatan, maka kemudian beliau mengambil cara sidak, incognito. Saya kira itu cara yang paling bagus, karena saya juga suka kayak begitu,” ungkapnya.

Di Tambak Lorok, kata Ganjar, Jokowi menerapkan program pembenahan kampung nelayan. Dulunya, wilayah ini penuh dengan sampah dan masalah-masalah lain. "Kalau di Tambak Lorok itu ada namanya pembenahan kampung nelayan, itu sampahnya luar biasa, rob-nya luar biasa. Itu dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR)," sebutnya.
"Jadi waktu datang ke sana awal-awal, saya mendampingi beliau. Pak Jokowi sudah ke sana berkali kali, kira-kira dua atau tiga kali. Saya lupa. Jadi mulai yang pertama dan terakhir kemarin, kayaknya untuk mengecek, apakah program tersebut sudah berjalan atau belum," sambungnya.

Berita Terkait : Jokowi Dikabarkan Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal DGS BI

Selama mengenal Jokowi, lanjut Ganjar, kegiatan sidak sendirian ini sering dilakukan di berbagai daerah. "Hampir di semua kunjungan, biasanya dia ambil satu momentum yang beliau tidak capek, langsung gas poll langsung keluar," ucapnya.


Terpisah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi gaya sidak Jokowi ini sebagai hal yang biasa. Ia pun mempertanyakan dampak yang terjadi setelah kedatangan Jokowi menemui para nelayan di sana. “Apakah nelayan itu menjadi lebih bagus hidupnya dengan kedatangan itu? Orang kalau cuma mau datang-datang doang sih, gampang saja," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2).

Berita Terkait : Lewat Kampung Masdarling, Badak LNG Terus Dorong Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik

Dia menilai, tidak ada yang patut dibanggakan dengan Jokowi yang datang dengan tanpa pengawalan. Sebab, kata Fadli, Presiden terdahulu juga sudah melakukan hal tersebut. “Pak Harto dari dulu, perjalanan begitu biasa saja. Saya kira begitu juga dengan presiden-presiden yang lain, dengan Gus Dur dengan Habibie, mungkin dengan Bu Mega, itu satu hal yang biasa saja, dengan Pak SBY gitu," ungkapnya.

Fadli mengatakan, wajar saja jika Jokowi datang menemui para nelayan. Dia menduga Jokowi tidak percaya dengan bawahannya di pemerintahan. [BCG]

RM Video