RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) gelontorin bantuan 2,76 ton ikan segar untuk masyarakat Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Penyerahan bantuan ini juga dalam rangka kampanye Gerakan Memasyarakatan Ikan (Gemarikan). 

Total bantuan paket sebanyak 2,76 ton itu terdiri dari ikan gurame, patin, ikan mas, grass carp, dan ikan nila. Ikan-ikan tersebut dibeli dari usaha tambak masyarakat di Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, Sadang dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo mengatakan, kampanye makan ikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

KKP sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ikan patin dan ikan dori  yang akhir-akhir ini ramai jadi perbincangkan. Nilanto menilai, di setiap kegiatan kampanye Gemarikan selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat makan ikan serta kandungan gizi di dalamnya.

”Selain edukasi kita juga mengenalkan kepada masyarakat ikan-ikan lokal Indonesia. Untuk itu setiap bantuan ikan yang kita berikan pasti berupa ikan-ikan lokal baik berupa ikan segar maupun produk-produk olahannya yang diproduksi oleh UMKM setempat,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (6/7).

Dalam kegiatan Gemarikan kali ini, KKP memberikan edukasi tentang ikan dori. Nilanto menjelaskan, dori yang selama ini dikenal masyarakat adalah merek dagang yang digunakan Vietnam untuk memasarkan produk fillet ikan patin. Bukan ikan Jhon Dory yang hidup di laut.

Baca Juga : Korban Gempa Kangen Dilongok Jokowi

“Ini merupakan salah satu praktek mislabelling atau pelabelan nama ikan yang salah. Hal ini bisa dimasukan kedalam kategori penipuan terhadap konsumen,” jelasnya.

Nilanto mengajak masyarakat untuk membeli produk patin dalam negeri. Indonesia sudah punya merek Indonesian Pangasius-The Better Choice sejak dua tahun lalu. 

"Pangasius Indonesia dikembangkan dengan probiotik, bukan dengan antibiotik sehingga menjadi pilihan yang sehat. Selain itu, pangasius Indonesia dibudidayakan di kolam dengan air tanah yang bersih dengan kepadatan yang lebih rendah,” tuturnya.

Baca Juga : Ngeri Juga Ngiri

Ikan patin fillet menduduki posisi sebagai produk populer di retail modern untuk konsumen rumah tangga, industri jasa makanan, hotel, restoran, catering (horeca) dan penerbangan. “Kendala utama adalah masyarakat yang sudah terlanjur salah kaprah, ditawarin dori mau tapi begitu ditawarin patin nggak mau. Inilah yang akan kita lurusin,” tegasnya.

Edukasi terkait dori dan patin ini sangat penting dilakukan karena milenial mulai menggemari produk olahan ikan. Fillet patin termasuk yang sering disajikan di restaurant atau kafe sebagai makanan fish and chips.

"Pengelola restaurant atau cafe harus memastikan bahwa fillet patin yang diolah adalah patin dalam negeri dan bukan impor dari Vietnam," jelasnya. [KPJ]